Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETRAMPILAN DRIBBLING DAN SHOOTING SISWA USIA 10 -12 TAHUN Rossi Nuril Huda A; Budhi Satyawan; Pomo Warih Adi
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 2 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v2i1.4836

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan: 1) Kelentukan terhadap dribbling dan shooting. 2) Koordinasi mata kaki terhadap dribbling dan shooting. 3) Power otot tungkai terhadap dribbling dan shooting. 4) Kelentukan, koordinasi mata kaki dan power otot tungkai terhadap dribbling dan shooting siswa usia 10 – 12 tahun PSB BONANSA UNS Solo. Penelitian ini adalah korelasional dengan subyek siswa usia 10 – 12 tahun PSB BONANSA UNS Solo yang berjumlah 55 orang. Sumber data penelitian ini berasal dari siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Tes yang digunakan yaitu: 1) Kelentukan dengan menggunakan tes Sit and Reach. 2) koordinasi mata- tangan dengan menggunakan tes Mitcel Soccer Test. 3) Power otot tungkai menggunakan tes Standing Broad Jump. 4) Menggiring bola dengan menggunakan tes Bobby Charlton Dribbling Test. 5) menembak bola dengan menggunakan tes Shooting. Uji data menggunakan SPSS dan analisis data menggunakan teknik analisis product moment. Hasil menunjukan 1) Tidak ada hubungan antara kelentukan dan dribbling. 2) Ada hubungan antara koordinasi mata kaki dan dribbling. 3) Ada hubungan antara power otot tungkai dan dribbling. 4) Ada hubungan antara kelentetukan, koordinasi mata kaki, power otot tungkai yang secara bersama – sama berpengaruh terhadap dribbling. 5) Tidak ada hubungan antara kelentukan dan shooting. 6) Ada hubungan antara koordinasi mata kaki dan shooting. 7) Ada hubungan antara power otot tungkai dan shooting. 8)Ada hubugan antara kelentetukan, koordinasi mata kaki, power otot tungkai yang secara simultan atau bersama – sama mempunyai pengaruh terhadap shooting pada siswa usia 10 – 12 tahun PSB Bonansa UNS Solo.
Motives for Physical Activity among Deaf Students: A Descriptive Analysis Ekawati, Febriani Fajar; Tri Winarti Rahayu; Budhi Satyawan; Ismaryati; Deddy Whinata Kardiyanto; Bambang Wijanarko
INKLUSI Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.120212

Abstract

Participation in physical activity offers important health and social benefits for Deaf students, including opportunities for skill development, social interaction, and enhanced self-confidence. However, limited attention has been given to the motivational factors that shape their engagement in physical activity within inclusive education contexts. This study aimed to examine the types of motivation influencing Deaf students’ participation in sports and physical activities. Employing a quantitative descriptive design, the study involved 43 Deaf students aged 12–19 years who completed an adapted version of the Motives and Barriers for Physical Activity and Sport (MBAFD) questionnaire. The findings indicated that intrinsic motivation—particularly enjoyment, learning new movements, and perceived well-being—emerged as the dominant factor driving participation in physical activity. These results underscore the importance of fostering autonomy-supportive and enjoyable physical education environments to promote sustained engagement among Deaf students and inform the development of more inclusive and context-responsive physical education practices. Partisipasi dalam aktivitas fisik memberikan manfaat kesehatan dan sosial yang penting bagi siswa Tuli, termasuk pengembangan keterampilan, peningkatan interaksi sosial, dan penguatan kepercayaan diri. Namun, kajian yang secara khusus menelaah faktor-faktor motivasional yang memengaruhi keterlibatan siswa Tuli dalam aktivitas fisik masih terbatas, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis motivasi yang memengaruhi partisipasi siswa Tuli dalam aktivitas olahraga dan aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 43 siswa Tuli berusia 12–19 tahun yang mengisi kuesioner Motives and Barriers for Physical Activity and Sport (MBAFD) versi adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik, terutama yang berkaitan dengan kesenangan, pembelajaran gerak baru, dan persepsi kesejahteraan, merupakan faktor dominan yang mendorong partisipasi aktivitas fisik. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan lingkungan pendidikan jasmani yang mendukung otonomi, menyenangkan, dan responsif terhadap kebutuhan siswa Tuli guna mendorong keterlibatan yang berkelanjutan serta memperkuat praktik pendidikan jasmani inklusif.
Profil Kebugaran Jasmani Siswa Tunagrahita berdasarkan Jenis Kelamin dan Kategori Hambatan Intelektual Muhammad Endra Sukmana; Febriani Fajar Ekawati; Tri Winarti Rahayu; Ismaryati, Ismaryati; Budhi Satyawan
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i2.4464

Abstract

Kebugaran jasmani memiliki peran esensial dalam meningkatkan kualitas hidup anak, termasuk anak-anak dengan hambatan intelektual (tunagrahita). Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya masih bersifat makro dan belum menyentuh konteks lokal serta perbedaan kategori intelektual dan gender secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kebugaran jasmani berdasarkan jenis kelamin dan tingkat hambatan intelektual, menganalisis perbedaan performa kebugaran antar kelompok, dan memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan pendidikan jasmani yang inklusif dan individualisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Hasil penelitian yang didapatkan antara lain, pada kategori sedang pada Level 2, (6/60% laki-laki; 8/72,7% Perempuan), Kurang (1/10% Laki-laki, 2/18,2% Perempuan), Baik (3/30% laki-laki, 1/9,1% Perempuan). Sedangkan pada level 3, (6/60% laki-laki; 5/55,6% Perempuan), Kurang (2/20% Laki-laki, 3/33,3% Perempuan), Baik (2/20% laki-laki, 1/11,1% Perempuan). Penelitian ini menunjukkan implikasi pada pentingnya asesmen adaptif yang mempertimbangkan faktor jenis kelamin dan level hambatan intelektual atau kognitif siswa tunagrahita dalam perancangan program PJOK yang lebih terperinci untuk masing-masing individu.