Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Kebugaran Jasmani Siswa Tunagrahita berdasarkan Jenis Kelamin dan Kategori Hambatan Intelektual Muhammad Endra Sukmana; Febriani Fajar Ekawati; Tri Winarti Rahayu; Ismaryati, Ismaryati; Budhi Satyawan
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i2.4464

Abstract

Kebugaran jasmani memiliki peran esensial dalam meningkatkan kualitas hidup anak, termasuk anak-anak dengan hambatan intelektual (tunagrahita). Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya masih bersifat makro dan belum menyentuh konteks lokal serta perbedaan kategori intelektual dan gender secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kebugaran jasmani berdasarkan jenis kelamin dan tingkat hambatan intelektual, menganalisis perbedaan performa kebugaran antar kelompok, dan memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan pendidikan jasmani yang inklusif dan individualisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Hasil penelitian yang didapatkan antara lain, pada kategori sedang pada Level 2, (6/60% laki-laki; 8/72,7% Perempuan), Kurang (1/10% Laki-laki, 2/18,2% Perempuan), Baik (3/30% laki-laki, 1/9,1% Perempuan). Sedangkan pada level 3, (6/60% laki-laki; 5/55,6% Perempuan), Kurang (2/20% Laki-laki, 3/33,3% Perempuan), Baik (2/20% laki-laki, 1/11,1% Perempuan). Penelitian ini menunjukkan implikasi pada pentingnya asesmen adaptif yang mempertimbangkan faktor jenis kelamin dan level hambatan intelektual atau kognitif siswa tunagrahita dalam perancangan program PJOK yang lebih terperinci untuk masing-masing individu.
Differences in the effects of square stepping exercise and Otago exercise on dynamic balance based on body mass index in the elderly Wijianto; Muchsin Doewes; M. Furqon Hidayatullah; Febriani Fajar Ekawati
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Inpress January-June 2026
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v7i1.364

Abstract

Background: The increasing elderly population in Indonesia face higher risks of balance disorders and falls, threatening independence. Exercise interventions, such as strength and balance training, can improve dynamic balance. This study aimed to analyze the differences in dynamic balance improvement between square stepping exercise and Otago exercise in older adults based on body mass index (BMI). Methods: The sample was randomly divided into two groups: square stepping exercise (SSE group) and Otago exercise (OT group). Dynamic balance was assessed using the timed up and go (TUG) test, conducted before and after the intervention. This study used a 2×3 factorial experimental design with purposive sampling. Older adults aged 60–75 years with good cognitive and walking ability were included, while those with sensory impairments, mobility limitations, or lower extremity disorders were excluded. Sixty eligible participants were randomly assigned to either the SSE group (n = 30) and the OT Group (n = 30). Data were analyzed using a 2×3 factorial ANOVA, with statistical significance set at p < 0.05. Results: This study found that both SSE and OT interventions significantly improved dynamic balance in older adults, as measured by pre- and post-intervention TUG test. Both groups showed reduced TUG test times: the OT group from 13.76 to 11.84 seconds, and the SSE group from 14.48 to 11.13 seconds. ANOVA analysis indicated that the type of exercise significantly affected dynamic balance (F(1.54) = 4.515; p=0.038), while BMI and its interaction showed no significant effect (p> 0.05). Conclusion: Both exercises improved dynamic balance in older adults. However, the SSE group showed greater effectiveness than the OT group. Exercise type significantly influenced balance outcomes, while BMI had no significant effect.