Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai etnis, prinsip hidup pemilik, dan praktik budaya ngopi di Kedai Kopi Kong Djie membentuk ruang sosial yang harmonis di tengah masyarakat multietnis Belitung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penanggung jawab kedai, serta dokumentasi dari media lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Kong Djie tidak hanya ditopang oleh kualitas kopi, tetapi juga oleh nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi seperti kejujuran, keterbukaan, humor, dan tanggung jawab sosial. Interaksi sosial di kedai memperlihatkan bentuk harmoni yang melampaui batas etnis dan status sosial, sehingga menolak asumsi dasar teori etnisitas Barth tentang batas kelompok, teori ruang sosial Bourdieu tentang dominasi modal, dan teori solidaritas sosial Durkheim yang berorientasi pada struktur normatif. Temuan ini menegaskan bahwa harmoni sosial di Kong Djie tumbuh dari praktik moral dan habitus keseharian, bukan dari kesamaan etnis atau sistem sosial formal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi sosiologi budaya dengan menunjukkan bahwa moralitas lokal dapat menjadi fondasi integrasi sosial dalam masyarakat plural.
Copyrights © 2025