Individu dengan disabilitas sering mengalami keterbatasan dalam memahami kesehatan reproduksi akibat rendahnya pendidikan reproduksi serta terbatasnya akses terhadap layanan dan informasi terkait seksualitas. Oleh karena itu, diperlukan metode edukasi yang sesuai dan mudah dipahami. Salah satu pendekatan yang efektif adalah pembelajaran yang bersifat interaktif dan partisipatif, seperti game kognitif proaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan reproduksi menggunakan metode game kognitif proaktif terhadap peningkatan pengetahuan remaja penyandang disabilitas di Kota Bogor. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Studi dilaksanakan pada tahun 2024 di Kota Bogor dengan populasi remaja penyandang disabilitas sebanyak 1.058 orang. Sampel dipilih secara purposive sampling, terdiri atas 60 responden, dengan 30 orang pada kelompok intervensi dan 30 orang pada kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan edukasi kesehatan reproduksi melalui game kognitif proaktif, sedangkan kelompok kontrol memperoleh edukasi dengan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi kesehatan reproduksi melalui game kognitif proaktif terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai dampak pernikahan dini. Karakteristik remaja penyandang disabilitas pada dasarnya serupa dengan remaja tanpa disabilitas, dengan tingkat kecerdasan yang setara, meskipun memiliki keterbatasan pada aspek kemampuan verbal. Oleh karena itu, disarankan penggunaan metode edukasi yang interaktif dan menarik untuk meningkatkan efektivitas pendidikan kesehatan pada remaja.
Copyrights © 2025