Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sikap Ibu Tentang Sex Educational Berhubungan dengan Pemberian Sex Educational pada Remaja Awal Rahayu, Eva Sri
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.972 KB) | DOI: 10.31290/jiki.v6i1.1426

Abstract

MOTHER'S ATTITUDE ABOUT SEX EDUCATION CONNECTED BY GIVING SEX EDUCATION IN EARLY ADOLESCENTS Abstract: Adolescence is a transitional period where in general it faces the same problem in understanding about sexuality, namely the lack of knowledge about sexuality and reproductive health which can be fatal. Knowledge about sexuality really needs to be possessed by adolescents, the current government program makes sexuality education approaches through morality approaches one of them through parents as part of the family. This study aims to analyze the relationship between knowledge and attitudes of parents with the provision of educational sex in early adolescents. This research is a quantitative study with a cross-sectional design approach. Research subjects were 88 mothers and 88 fathers who met the inclusion and exclusion criteria. Data collection through filling out questionnaires filled out by parents (mothers and fathers) of junior high school students. The results showed there was no correlation between mother's knowledge, father's knowledge and father's attitude about educational sex with the provision of educational sex in early adolescents, while for maternal attitudes had a correlation with the provision of educational sex in early adolescents with a p value of 0.001. The conclusion of this study is that the attitude of mothers who have a relationship with the provision of educational sex in early adolescents. Keywords: Knowledge, attitude, educational sex, adolescents Abstract: Masa remaja merupakan masa transisi dimana pada umumnya menghadapi permasalahan yang sama dalam memahami tentang seksualitas, yaitu minimnya pengetahuan tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi yang dapat berakibat fatal. Pengetahuan tentang seksualitas sangat perlu dimiliki oleh remaja, program pemerintah saat ini membuat pendekatan pendidikan seksualitas melalui pendekatan moralitas salah satunya melalui orang tua sebagai bagian dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan pemberian sex educational pad remaja awal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain Cross Sectional. Subjek penelitian berjumlah 88 orang ibu dan 88 orang ayah yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengumpulan data melalui pengisian kuesioner yang di isi oleh orang tua (ibu dan ayah) dari siswa sekolah menengah pertama. Hasil penelitian menunjukan tidak ada korelasi antara pengetahuan ibu, pengetahuan ayah dan sikap ayah tentang sex educational dengan pemberian sex educational pada remaja awal, sementara untuk sikap ibu memiliki korelasi dengan pemberian sex educational pada remaja awal dengan nilai p 0,001. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa sikap ibu yang memiliki hubungan dengan pemberian sex educational pada remaja awal. Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, sex educational, remaja
PROACTIVE COGNITIVE GAME METHOD FOR PERSONS WITH DISABILITIES TO PREVENT EARLY MARRIAGE IN BOGOR CITY Fitria, Dedes; Nurhayati, Titi; Juariah, Juariah; Djamilus, Fauzia; Mulyati, Sri; Rahayu, Eva Sri; Sasnitiari, Ni Nyoman
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3848

Abstract

Individu dengan disabilitas sering mengalami keterbatasan dalam memahami kesehatan reproduksi akibat rendahnya pendidikan reproduksi serta terbatasnya akses terhadap layanan dan informasi terkait seksualitas. Oleh karena itu, diperlukan metode edukasi yang sesuai dan mudah dipahami. Salah satu pendekatan yang efektif adalah pembelajaran yang bersifat interaktif dan partisipatif, seperti game kognitif proaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan reproduksi menggunakan metode game kognitif proaktif terhadap peningkatan pengetahuan remaja penyandang disabilitas di Kota Bogor. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Studi dilaksanakan pada tahun 2024 di Kota Bogor dengan populasi remaja penyandang disabilitas sebanyak 1.058 orang. Sampel dipilih secara purposive sampling, terdiri atas 60 responden, dengan 30 orang pada kelompok intervensi dan 30 orang pada kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan edukasi kesehatan reproduksi melalui game kognitif proaktif, sedangkan kelompok kontrol memperoleh edukasi dengan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi kesehatan reproduksi melalui game kognitif proaktif terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai dampak pernikahan dini. Karakteristik remaja penyandang disabilitas pada dasarnya serupa dengan remaja tanpa disabilitas, dengan tingkat kecerdasan yang setara, meskipun memiliki keterbatasan pada aspek kemampuan verbal. Oleh karena itu, disarankan penggunaan metode edukasi yang interaktif dan menarik untuk meningkatkan efektivitas pendidikan kesehatan pada remaja.
Pengabdian masyarakat : optimalisasi keluarga dalam pengolahan jahe dan lemon guna peningkatan ekonomi melalui pelatihan produk hilirisasi Astuti, Maya; Nurfurqoni, Fuadah Ashri; Rahayu, Eva Sri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38969

Abstract

AbstrakPemerintah sedang menggalakkan kemandirian ekonomi keluarga, salah satunya dengan memfasilitasi masyarakat untuk membuka peluang usaha menengah kebawah (UMK). Penelitian dosen terkait jahe dan lemon menunjukkan manfaat yang tinggi bagi kesehatan ibu dan anak, dan dapat membantu secara ekonomi melalui produksi olahannya. Oleh karena itu dilakukan pengabdian masyarakat dengan skema program pengembangan kewirausaahaan (PPK). Pelatihan diberikan kepada kader kesehatan dan ibu rumah tangga di wilayah Puskesmas Gang Kelor Bogor dan Kecamatan Menteng Kota Bogor pada Bulan Februari-September 2025, sebanyak 10 orang.  Metode yang digunakan yaitu pelatihan dengan orientasi menghasilkan produk. Tujuan dan target pelatihan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membuat olahan jahe dan lemon serta meningkatkan income keluarga melalui produksi produk olahan tersebut. Hasil pengabdian masyarakat yaitu terlaksananya kegiatan pelatihan selama 2 semester sejumlah 14 kegiatan. Setelah 3 bulan didapatkan hasil akhir terjadi peningkatan pengetahuan terkait mindset of bussines, pengolahan jahe dan lemon, perhitungan modal dan harga jual produk, serta majemen keuangan. Keterampilan mitra dalam pengolahan jahe dan lemon juga meningkat dibuktikan dengan adanya produksi produk dan mampu dijual sehingga dapat meningkatkan  income dalam keluarga. Kata kunci: wirausaha; pemberdayaan keluarga; jahe; lemon AbstractThe government is promoting family economic independence, one of which is by facilitating the community to open micro to small business opportunities (UMK). Research by lecturers related to ginger and lemon shows high benefits for the health of mothers and children and can help economically through processed products. Therefore, community service is carried out with the entrepreneurship development program (PPK) scheme. Training is provided to health cadres and housewives in the Gang Kelor Health Center area in Bogor and Menteng District, Bogor City from February to September 2025, totaling 10 people.  The method used is training with a product-oriented approach. The purpose and target of the training are to increase participants' knowledge and skills in making ginger and lemon products and to increase family income through the production of those processed products. The result of the community service is the implementation of 14 training activities over 2 semesters.After 3 months, the final results showed an increase in knowledge related to business mindset, the processing of ginger and lemon, calculation of capital and product selling price, as well as financial management. Partners' skills in processing ginger and lemon also improved, as evidenced by product production and being able to be sold, thus increasing family income. Keywords: entrepreneurship; family empowerment; ginger; lemon.