Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku hidup aman dan sehat yang perlu diperkenalkan sejak usia dini. Sekolah dasar sebagai lingkungan belajar utama anak memiliki potensi risiko kecelakaan apabila tidak disertai pemahaman dan pembiasaan prinsip keselamatan. Rendahnya literasi K3, minimnya integrasi materi keselamatan dalam pembelajaran, serta keterbatasan sarana pendukung menjadi tantangan dalam membangun budaya K3 di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mandiri (PKMM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SDN 14 Baruga Kabupaten Majene melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi, survei lokasi, dan penyusunan materi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, pelatihan guru dan staf, simulasi penanganan kecelakaan serta keadaan darurat, dan penyebaran media edukasi K3. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan, serta kuesioner penilaian kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh aspek yang dinilai. Skor pengetahuan meningkat dari 40% menjadi 75%, sikap dari 30% menjadi 80%, dan tindakan dari 40% menjadi 80%. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukasi berbasis visual, praktik, dan simulasi efektif dalam meningkatkan literasi dan budaya K3 pada siswa sekolah dasar. Kegiatan PKMM berhasil meningkatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja pada siswa SDN 14 Baruga secara komprehensif. Disarankan program K3 perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam aktivitas sekolah melalui pembiasaan, penyediaan sarana keselamatan, serta keterlibatan aktif guru dan pihak sekolah guna membangun budaya keselamatan jangka panjang.
Copyrights © 2026