Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Kadar Hemoglobin (Hb) dan Kadar Timbal (Pb) Pada Tukang Cat di Kota Makassar Herman, Herman; Hayati, Maulia Hardian; Zalsabila, Adinda Ayu; Tandjungbulu, Yaumil Fachni; Indriputri, Cut
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cat bertimbal merupakan salah satu di antara beberapa sumber yang berkontribusi terhadap keracunan timbal. Tukang cat adalah profesi yang memiliki risiko terpapar timbal melalui kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb), kadar timbal (Pb), dan hubungan antara kadar timbal terhadap kadar hemoglobin pada tukang cat di Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional laboratorik dengan spesimen darah sebanyak 30 tukang cat. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan menggunakan metode cyanmethemoglobin, sedangkan kadar timbal dianalisis dengan spektrofotometer serapan atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan kadar hemoglobin bervariasi antara 9,6–15,2 g/dL, dengan 54% spesimen darah  dalam batas normal dan 46% abnormal. Kadar timbal dalam spesimen darah berkisar <0,0001–0,7256 mg/L, dengan 63% spesimen darah normal dan 37% melebihi batas normal (0,1–0,25 mg/L). Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara kadar timbal dan kadar hemoglobin (r = -0,685; p < 0,05), di mana peningkatan kadar timbal berhubungan dengan penurunan kadar hemoglobin. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan timbal pada tukang cat berpotensi mengganggu sintesis hemoglobin dan menyebabkan anemia, sehingga tukang cat diharapkan menggunakan alat pelindung diri sesuai standar untuk mengurangi risiko paparan timbal dan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
Analisis Profil Viral Load Dan Supresi Virologis Berdasarkan Durasi Terapi Antiretroviral Pada Pasien Koinfeksi TB–HIV Di Sulawesi Selatan Indriputri, Cut; Askar, M.; Rafika, Rafika; Hayati, Maulia Hardian; Tandjungbulu, Yaumil Fachni
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v16i2.1916

Abstract

Koinfeksi tuberkulosis (TB) dan HIV merupakan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan komprehensif, termasuk pemantauan viral load (VL) untuk menilai keberhasilan terapi antiretroviral (ARV). Durasi terapi ARV merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian supresi virologis, namun data regional di Sulawesi Selatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil viral load berdasarkan durasi terapi ARV pada pasien koinfeksi TB–HIV di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder pasien TB–HIV. Sebanyak 22 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Durasi terapi ARV dikelompokkan menjadi <12 bulan, 12–36 bulan, 36–60 bulan, dan >60 bulan. Viral load dikategorikan menjadi tidak terdeteksi (≤50 kopi/mL), >50–≤1000 kopi/mL, dan >1000 kopi/mL. Analisis disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, median, interkuartil (IQR), dan persentase supresi virologis. Mayoritas pasien adalah laki-laki (56%) dan berada pada kelompok usia 30–49 tahun (68%). Sebanyak 54% pasien telah menjalani terapi ARV >60 bulan. Supresi virologis (VL ≤1000 kopi/mL) dicapai oleh 19 pasien (86%). Kelompok <12 bulan memiliki tingkat supresi 71%, kelompok 12–36 bulan mencapai 100%, dan kelompok >60 bulan menunjukkan supresi 92%. Secara umum, median viral load pada semua kelompok adalah 0 kopi/mL. Durasi terapi ARV berhubungan dengan pencapaian supresi virologis pada pasien TB–HIV. Pasien dengan durasi terapi lebih panjang menunjukkan tingkat supresi yang lebih tinggi. Pemantauan viral load dan penguatan kepatuhan pengobatan diperlukan untuk memastikan keberhasilan terapi jangka panjang.
Pengabdian Masyarakat Melalui Pendampingan Siswa Sebagai Peer Educator Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di Kabupaten Jeneponto Fajriah, Siti Nurul; Zaenab, Zaenab; Hayati, Maulia Hardian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.979

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku hidup aman dan sehat yang perlu diperkenalkan sejak usia dini. Sekolah dasar sebagai lingkungan belajar utama anak memiliki potensi risiko kecelakaan apabila tidak disertai pemahaman dan pembiasaan prinsip keselamatan. Rendahnya literasi K3, minimnya integrasi materi keselamatan dalam pembelajaran, serta keterbatasan sarana pendukung menjadi tantangan dalam membangun budaya K3 di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mandiri (PKMM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SDN 14 Baruga Kabupaten Majene melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi, survei lokasi, dan penyusunan materi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, pelatihan guru dan staf, simulasi penanganan kecelakaan serta keadaan darurat, dan penyebaran media edukasi K3. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan, serta kuesioner penilaian kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh aspek yang dinilai. Skor pengetahuan meningkat dari 40% menjadi 75%, sikap dari 30% menjadi 80%, dan tindakan dari 40% menjadi 80%. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukasi berbasis visual, praktik, dan simulasi efektif dalam meningkatkan literasi dan budaya K3 pada siswa sekolah dasar. Kegiatan PKMM berhasil meningkatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja pada siswa SDN 14 Baruga secara komprehensif. Disarankan program K3 perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam aktivitas sekolah melalui pembiasaan, penyediaan sarana keselamatan, serta keterlibatan aktif guru dan pihak sekolah guna membangun budaya keselamatan jangka panjang.