Permasalahan gaya hidup ternyata tidak hanya dimiliki oleh orang kaya di daerah perkotaan. Permasalahan gaya hidup sering diidentikkan dengan kemampuan pengelolaan pemenuhan keinginan atau kebutuhan yang banyak dilakukan oleh ibu-ibu. Psikoedukasi pada ibu-ibu dasawisma, sebagai kelompok sosial dengan unit terdekat dengan lingkup keluarga memainkan peranan yang sangat penting. Psikoedukasi tentang Gaya Hidup Positif melalui ibu-ibu diperlukan agar ketahanan keluarga dapat tercapai. Psikoedukasi ini dilakukan pada 23 ibu-ibu Dasawisma Dusun Karang Tengah Sleman. Psikoedukasi dilakukan menggunakan metode quasi experiment, dengan a one-group Pretest-Postest design. Evaluasi dilakukan untuk melihat pengaruh psikoedukasi ini. Modul psikoedukasi juga dirancang dengan materi tentang gaya hidup positif agar sehat raga (fisiologis) dan sehat jiwa (psikologis). Materi gaya hidup positif sehat raga meliputi materi pola makan sehat, pola olahraga, dan pola tidur/istirahat. Materi gaya hidup positif sehat jiwa meliputi mengelola stres, cara berpikir dan cara merasa, juga cara berinteraksi sosial yang suportif. Modul Psikoedukasi juga dibuat untuk dapat digunakan kembali bagi kelompok dasawisma yang lain. Hasil sebelum dan setelah diberikan psikoedukasi gaya hidup sehat pada ibu-ibu dasawisma yang dilakukan perhitungan dengan wilcoxon signed-rank test dengan skor Z= -4,211 dan p= 0,000 (p<0,05). Artinya, memiliki perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan psikoedukasi gaya hidup positif kepada partisipan. Berdasarkan hasil ini, psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang gaya hidup positif.
Copyrights © 2025