Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELATIHAN MENGARANG TERHADAP PENINGKATAN KREATIVITAS VERBAL PADA ANAK USIA SEKOLAH Sri Muliati Abdullah, Retna Murdaningsih
Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2011): Prestasi dan Kesejahteraan Psikologis
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.098 KB)

Abstract

This research is aimed to recognize the effect of writing training to enhance the verbal creativity level of school age children. The hypothesis of this research was that, there was the students that followed training had more verbal creativity. There are 25 students of 5thand 6thgrade of SD Sentolo III Yogyakarta assigned to experimental group and 25 students 5thand 6thSD Jlaban Yogyakarta assigned to control group. The experimental design was pretest-postest control group design. The instrument of data measurement was Verbal Creativity Test. The result of independent sample t test indicated that there was a significant difference of verbal creativity score in posttest writing between experimental group and control group, which t = 5,861 (p<0,01). It means that writing training was effective for enhancing the verbal creativity level of school age children especially 5thand 6thgrade students.
HARAPAN ORANGTUA YANG TIDAK REALISTIS DAN TINDAK KEKERASAN FISIK TERHADAP ANAK Agustin, Ika; Abdullah, Sri Muliati
Indigenous Vol.11, No.1, Mei 2009
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan orangtua yang tidak realistis dengan tindak kekerasan fisik terhadap anak. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara harapan orangtua yang tidak realistis dengan tindak kekerasan fisik terhadap anak. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 38 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Tindak Kekerasan Fisik dan Skala Harapan Tidak Realistis. Hasil analisis korelasi menunjukkan rxy = 0,378 (p<0,05), berarti hipotesis diterima. Prosentase kontribusi variabel harapan tidak realistis terhadap peningkatan tindak kekerasan fisik sebesar sebesar 14,3%,. dan 85,7% dipengaruhi oleh faktor lain seperti tekanan ekonomi, kesepian, usia orangtua, pendidikan atau pelatihan, stres, pernah menyaksikan atau menjadi korban kekerasan semasa kanak-kanak, dan harga diri.
HARAPAN ORANGTUA YANG TIDAK REALISTIS DAN TINDAK KEKERASAN FISIK TERHADAP ANAK Agustin, Ika; Abdullah, Sri Muliati
Indigenous Vol.11, No.1, Mei 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i1.1627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan orangtua yang tidak realistis dengan tindak kekerasan fisik terhadap anak. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara harapan orangtua yang tidak realistis dengan tindak kekerasan fisik terhadap anak. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 38 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Tindak Kekerasan Fisik dan Skala Harapan Tidak Realistis. Hasil analisis korelasi menunjukkan rxy = 0,378 (p<0,05), berarti hipotesis diterima. Prosentase kontribusi variabel harapan tidak realistis terhadap peningkatan tindak kekerasan fisik sebesar sebesar 14,3%,. dan 85,7% dipengaruhi oleh faktor lain seperti tekanan ekonomi, kesepian, usia orangtua, pendidikan atau pelatihan, stres, pernah menyaksikan atau menjadi korban kekerasan semasa kanak-kanak, dan harga diri.
Career Decision Making in College Students Abdullah, Sri Muliati
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.976 KB) | DOI: 10.24127/gdn.v8i1.1192

Abstract

This study aims to assess the problem of the student's career decision making. The assessment focused on student decisions that are taken on issues that netted a career in the study of student career readiness and maturity. Retrieving data using the theme documentation studies 642 career counseling college graduate job seekers (Fresh graduate) and of note other researchers who have an interest in the study of career. From the results of scrutiny of the results of the study, researchers chose to study the career decision making as the most critical issue that needs to be studied. Students need to understand the problem of why they need education and work after graduation, find and use information, look for an alternative, choose a destination and make a plan.
DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN KEMATANGAN KARIER MAHASISWA TINGKAT AKHIR Hendayani, Novia; Abdullah, Sri Muliati
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.58 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i1.5189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kematangan karier pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ?X?. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara dukungan teman sebaya dengan kematangan karier pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ?X?. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Universitas ?X?yang berada pada semester 7 ke atas dan berusia antara 21-24 tahun sebanyak 110 subjek. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan karier sebanyak 29 aitem dan skala dukungan teman sebaya sebanyak 29 aitem yang dikonstruksikan dengan model penskalaan Likert. Hasil penelitian dianalisis dengan teknik korelasi product moment dengan bantuan program SPSS 16.0. Hasil korelasi r = 0,545 dan taraf signifikansi p = 0,000 dimana p ? 0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara dukungan teman sebaya dengan kematangan karier pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ?X?. Dukungan teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 29,7% terhadap kematangan karier, sedangkan 70,3% diberikan oleh faktor lain. Kata kunci : Kematangan Karier, Dukungan Teman Sebaya, Mahasiswa Tingkat Akhir This study aims to determine the relationship between peer support and career maturity in the final grade students at the ?X? University. The hypothesis proposed is that there is a positive relationship between peer support and career maturity in the final grade students at ?X? University. The subject of this research is the final level of the University of ?X?which is in the 7th and above semester and aged between 21-24 years as many as 110 subjects. Measuring tools used in this study is the scale of career maturity as much as 29 item and peer support scale of 29 item constructed with Likert scaling model. The results were analyzed by product moment correlation technique with SPSS 16.0 program. The result of correlation r = 0,545 and significance level p = 0,000 where p ? 0,05 this indicates that there is positive relation between peer support with career maturity at final level student at ?X? University. Peer support provides 29.7% effective contribution to career maturity, while 70.3% is given by other factors. Keywords : Career Maturity, Peers Support, Final Year Students
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALTRUISME PADA RELAWAN Fitriani, Dwi; Abdullah, Sri Muliati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1713

Abstract

Altruisme adalah tindakan menolong orang lain secara sukarela tanpa mengharap balasan apapun demi mensejahterakan orang lain yang ditolongnya. Tulisan ini  bertujuan untuk menganalisa faktor yang memicu perilaku altruisme pada beberapa relawan untuk memajukan komunitas yang menaungi mereka dengan melakukan review terhadap penelitian terdahulu. Kesimpulan yang didapatkan bahwa hampir semua subjek memiliki faktor yang memunculkan perilaku altruisme yang sama yaitu rasa empati, sukarela, beramal baik, dan memberikan manfaat untuk lingkungan mereka.Kata Kunci : Altruime, Relawan Muda
Effectiveness of Team Building Training Improving The Cohesiveness of The Working Group Wildan Sidiq; Sri Muliati Abdullah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i1.7168

Abstract

The study aims to test the effect of team building training on the cohesiveness of working groups on production operators on CV. The subject of this study was the employees of production operators who had a low level of cohesiveness. The research method is an experiment with the type "Nonequivalent control group design", where 21 study subjects are divided into 11 experimental groups and 10 control groups. The interventions used were team building training given to the experimental group, while the control group was not given any intervention. The data analysis technique used Mann Whitney to determine the difference in the average group of experiments with the control group. The results revealed that team building training can improve group cohesiveness to be higher with a significant score difference (p < 0.05). The results of this study can be used as a reference to establish team building training programs regularly and periodically so that the company is able to maintain group cohesiveness in its working group. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan team building terhadap kohesivitas kelompok kerja pada operator produksi di CV. IM. Subjek penelitian ini ialah karyawan operator produksi yang memiliki tingkat kohesivitas rendah. Metode penelitian ialah eksperimen dengan jenis “Nonequivalent control group design”, dimana 21 orang subjek penelitian dibagi menjadi 11 orang kelompok eksperimen dan 10 orang kelompok kontrol. Intervensi yang digunakan ialah pelatihan team building yang diberikan kepada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi apapun. Teknik analisis data menggunakan Mann Witney untuk mengetahui perbedaan rata-rata kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelatihan team building dapat meningkatkan kohesivitas kelompok menjadi lebih tinggi dengan perbedaan skor yang signifikan (p < 0,05). Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan untuk menetapkan program pelatihan team building secara rutin dan berkala agar perusahaan mampu mempertahankan kohesivitas kelompok pada kelompok kerja yang dimilikinya.
Faktor Pengambilan Keputusan Karier Pada Siswa Sma Ditinjau Dari Social Cognitive Theory Putri Fathia Fadilla; Sri Muliati Abdullah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v8i2.3049

Abstract

Dalam konsep life stages, usia 15-24 tahun merupakan tahap perkembangan individu pada tingkat exploration yang mana memiliki tugas perkembangan dalam memahami minat, kemampuan serta mengejar tujuan karier lebih spesifik pada pemilihan karier. Permasalahan yang dihadapi siswa salah satunya adalah pengambilan keputusan menuju perguruan tinggi, yang disertai perasaan bimbang, ragu-ragu, ketidakpastian, bahkan stres. Tujuan pernulisan ini untuk mengetahui faktor pengambilan keputusan karier pada Siswa SMA ditinjau dari Social Cognitive Theory. Metode yang digunakan adalah review hasil penelitian pengambilan keputusan karier dalam waktu tiga tahun terakhir dan ditinjau menggunakan Social Cognitive Theory. Hasil menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karier dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor internal terdiri dari regulasi emosi, efikasi diri, persepsi terhadap harapan orang tua, minat, pemahaman karier, self-determination, genetic, task approach skill dan motivasi berprestasi sedangkan faktor eksternal terdiri dari quality of school life, pola asuh otoriter, konformitas, bimbingan konseling karier, keluarga, lingkungan kampus, kelengkapan fasilitas, biaya Pendidikan, keringanan biaya, status akreditasi dan kurikulum. Faktor internal dan eksternal tersebut dapat digambarkan dalam konsep triadic reciprocal determinant pada teori kognisi sosial, dijelaskan bahwa terdapat tiga variabel yang saling mempengaruhi yaitu lingkungan, personal dan perilaku, dengan ini menerangkan bahwa pengambilan keputusan karier dipengaruhi oleh faktor personal (internal) dan faktor lingkungan (eksternal).
Dukungan Teman Sebaya dan Kematangan Karier Mahasiswa Tingkat Akhir Novia Hendayani; Sri Muliati Abdullah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.58 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i1.5189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kematangan karier pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas “X”. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara dukungan teman sebaya dengan kematangan karier pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas “X”. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Universitas “X”yang berada pada semester 7 ke atas dan berusia antara 21-24 tahun sebanyak 110 subjek. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan karier sebanyak 29 aitem dan skala dukungan teman sebaya sebanyak 29 aitem yang dikonstruksikan dengan model penskalaan Likert. Hasil penelitian dianalisis dengan teknik korelasi product moment dengan bantuan program SPSS 16.0. Hasil korelasi r = 0,545 dan taraf signifikansi p = 0,000 dimana p ˂ 0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara dukungan teman sebaya dengan kematangan karier pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas “X”. Dukungan teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 29,7% terhadap kematangan karier, sedangkan 70,3% diberikan oleh faktor lain. Kata kunci : Kematangan Karier, Dukungan Teman Sebaya, Mahasiswa Tingkat Akhir This study aims to determine the relationship between peer support and career maturity in the final grade students at the “X” University. The hypothesis proposed is that there is a positive relationship between peer support and career maturity in the final grade students at “X” University. The subject of this research is the final level of the University of “X”which is in the 7th and above semester and aged between 21-24 years as many as 110 subjects. Measuring tools used in this study is the scale of career maturity as much as 29 item and peer support scale of 29 item constructed with Likert scaling model. The results were analyzed by product moment correlation technique with SPSS 16.0 program. The result of correlation r = 0,545 and significance level p = 0,000 where p ˂ 0,05 this indicates that there is positive relation between peer support with career maturity at final level student at “X” University. Peer support provides 29.7% effective contribution to career maturity, while 70.3% is given by other factors. Keywords : Career Maturity, Peers Support, Final Year Students
Social Cognitive Theory : A Bandura Thought Review published in 1982-2012 Sri Muliati Abdullah
PSIKODIMENSIA Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v18i1.1708

Abstract

This article was about reviewing ten of Albert Bandura's scientific works on Social Cognitive Theory published in journals, textbooks, and handbooks. Bandura has elaborated the social learning process with cognitive and behavioral factors that influence a person in the social learning process. The main identity of social cognitive theory was the introduction of the concept of human agency and the concept of triadic reciprocal determinism. Human agency has the meaning that human beings have the capacity to direct themselves through control over the thinking process, motivation and self-action. In the triadic model reciprocal determinism was discussed about the causes of reciprocal consequences of behavior, cognition and other personal factors, and environmental influences, in interacting interactions with one another. In addition to the above concept, Bandura also put forward on self efficacy. Self-efficacy perception occupies an important role in the causal structure of cognitive social theory because efficacy beliefs affect human ability to adapt to change, individually or collectively.