Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antar sektor ekonomi dalam menentukan pola konsumsi daerah Provinsi Gorontalo selama periode 2018–2023. Transformasi ekonomi yang terjadi menunjukkan pergeseran struktur dari sektor primer menuju sektor jasa dan perdagangan. Metode yang digunakan adalah analisis proporsi dan pertumbuhan sektoral berdasarkan model keterkaitan Leontief, dengan data PDRB sektoral dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB, namun mengalami penurunan dari 37,50% menjadi 36,02%. Sebaliknya, sektor perdagangan besar dan eceran meningkat dari 11,29% menjadi 12,41%, diikuti oleh pertumbuhan signifikan pada sektor jasa. Pergeseran ini menandakan adanya transformasi menuju ekonomi berbasis konsumsi, meskipun keterkaitan antar sektor masih lemah. Fenomena tersebut menyebabkan konsumsi daerah tumbuh tanpa diimbangi peningkatan produktivitas lokal, sehingga efek pemerataan kesejahteraan belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi Gorontalo bersifat separatif, bukan integratif. Diperlukan kebijakan yang memperkuat konektivitas antar sektor, khususnya antara pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, agar pertumbuhan ekonomi daerah lebih inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026