Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk mengatasi tingginya angka stunting di Desa Noinbila, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, yang masih mencapai sekitar 50%. Permasalahan stunting di wilayah ini tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan pangan, tetapi juga rendahnya kesadaran gizi, praktik pemberian MPASI yang kurang tepat, dan pola asuh anak yang belum optimal. Melalui pendekatan Transtheoretical Model (TTM), program ini dirancang untuk mendorong perubahan perilaku ibu secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif keluarga, kader posyandu, dan tokoh desa. Metode kegiatan meliputi edukasi gizi berbasis pangan lokal, pelatihan pembuatan MPASI, pendampingan rumah tangga, serta pemeliharaan perilaku melalui grup WhatsApp sebagai media komunikasi dan dukungan sosial. Proses pelaksanaan menekankan prinsip partisipatif, di mana warga menjadi pelaku utama dalam pembelajaran dan praktik gizi keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu. Pengetahuan tentang stunting dan gizi seimbang meningkat dari kategori kurang menjadi baik, 80% peserta menunjukkan sikap positif terhadap praktik baru, dan perilaku penerapan MPASI berbasis pangan lokal meningkat sebesar 36%. Selain itu, keterampilan ibu dalam mengolah pangan lokal semakin baik, keterlibatan suami meningkat, dan terbentuk jejaring dukungan sosial melalui grup digital komunitas. Kegiatan ini berdampak pada penguatan kapasitas keluarga dalam pemenuhan gizi anak berbasis sumber daya lokal serta membangun model pemberdayaan yang berpotensi direplikasi di desa lain. Pendekatan TTM terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan pangan masyarakat pedesaan.
Copyrights © 2025