Anak-anak dari orang tua yang bercerai seringkali mengalami dampak psikologis dan sosial yang parah, seperti penurunan prestasi akademik. Untuk mengurangi dampak buruk perceraian terhadap prestasi akademik siswa kelas VIII di SMP Islam Ibnu Mas'ud, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui inisiatif internalisasi nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap anak-anak yang pernah bercerai dan pasangannya, guru PAI, dan wali kelas digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dapat memperoleh sikap positif terhadap lingkungan sosial dan akademik, mempertahankan motivasi belajar, dan memperkuat ketahanan diri mereka dengan menginternalisasi nilai-nilai Islam termasuk kesabaran, kepercayaan, rasa syukur, dan kejujuran. Guru dan pengelola sekolah menggunakan pendekatan individual, pembinaan rohani, dan pembelajaran PAI untuk melaksanakan internalisasi. Oleh karena itu, mengasimilasi prinsip-prinsip Islam telah terbukti menjadi strategi pencegahan dan perbaikan yang berhasil terhadap penurunan prestasi akademis yang disebabkan oleh perceraian orang tua.
Copyrights © 2026