Abstrak. Pada era modern ini, perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia terutama dalam pengembangan tes psikologi menjadi semakin maju dan pesat. Setiap pengembangan alat ukur mengasumsikan unidimensionalitas. Namun pengujian pada asumsi tersebut sering diabaikan begitu saja. Pelanggaran asumsi unidimensional akan menyebabkan bias dan kesalahan interpretasi baik pada alat ukur maupun peserta tes. Tujuan dibuatnya artikel tersebut adalah untuk melakukan review: (a) konsep dasar mengenai unidimensionalitas; (b) dampak yang terjadi pada pelanggaran asumsi unidimensionalitas; (3) pendekatan yang dapat digunakan pada pengujian asumsi unidimensionalitas. Hasil dari telaah literatur yang telah dilakukan bahwa: (a) unidimensionalitas yaitu sejauh mana kumpulan item mengukur hanya satu konstruk saja; (b) tanpa menguji unidimensi, interpretasi skor tes yang mewakili satu dimensi berpotensi berisiko pada kesalahan pengukuran. Selain itu, pengujian unidimensi item memberikan informasi umum mengenai validitas faktorial dari interpretasi skor tes dan mungkin mengungkapkan bahwa skor tes perlu dipisahkan menjadi beberapa skor; (c) beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menguji unidimensionalitas seperti confirmatory factor analysis (CFA), principal component analysis of residual (PCAR), metode bejar dan Andersen likelihood ratio test (ALRT). Kata Kunci: Unidimensionalitas, Tes Psikologi, Pendekatan Pengujian
Copyrights © 2025