Kontribusi UMKM dalam lingkup perekonomian nasional bergerak signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar lebih dari 60% atau sekitar Rp8.573 Triliun setiap tahunnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang inovasi produk dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM Kampung Bandar kawasan heritage Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Sebagian besar UMKM di wilayah ini menjual produk unggulan daerah terutama cita rasa Melayu. Permasalahan yang muncul yakni persaingan usaha di sekitar kawasan Kampung Bandar pada bidang FnB yang didominasi dengan aneka kuliner kekinian. Selain itu, observasi tim pengabdian menemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan cara-cara non konvensional dalam mencatat laporan keuangan. Kondisi ini terkadang menyebabkan pembukuan laba-rugi tidak dapat dilakukan dengan rapi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan yang difokuskan pada dua aspek utama, yaitu pengembangan inovasi produk kuliner (rasa, kemasan, dan branding) dan penguatan literasi keuangan dasar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengembangkan produk yang lebih menarik serta pengelolaan keuangan usaha yang lebih terstruktur. Inovasi produk dan literasi keuangan terbukti menjadi kombinasi yang efektif dalam meningkatkan daya saing produk serta mendorong minat beli konsumen terhadap kuliner khas Melayu. Ke depan, diperlukan intervensi dalam bentuk pendampingan berkelanjutan dari instansi terkait untuk memastikan bahwa UMKM di Kampung Bandar adaptif dari segi inovasi maupun pencatatan keuangan. Hal ini dikarenakan inovasi yang berorientasi pada perkembangan zaman dan metode pencatatan keuangan yang terstruktur merupakan kebutuhan dasar untuk mendorong UMKM maju. Socialization of Product Innovation and Financial Literacy for Malay Culinary Businesses among the Community of Kampung Bandar, Senapelan District, Pekanbaru City Abstract The contribution of MSMEs in the national economy has a significant impact on the Gross Domestic Product (GDP) of more than 60% or around IDR 8,573 trillion annually. This community service activity aims to provide information about product innovation and financial literacy for MSME actors in Kampung Bandar, a heritage area in Pekanbaru City, Riau Province. Most SMEs in this area sell regional specialty products, particularly those with Malay flavors. The issue that arises is business competition in the Kampung Bandar area in the F&B sector, which is dominated by various modern culinary offerings. Additionally, the outreach team's observations revealed that most business operators still use non-conventional methods in recording financial statements. This situation sometimes results in profit and loss accounting that is not properly organized. The methods used in this activity include socialization, training, and mentoring focused on two main aspects: culinary product innovation (flavor, packaging, and branding) and strengthening basic financial literacy. The results of the activities showed an increase in participants' knowledge and skills in developing more attractive products and more structured business financial management. Product innovation and financial literacy proved to be an effective combination in increasing product competitiveness and encouraging consumer interest in purchasing Malay culinary products. Going forward, intervention in the form of ongoing assistance from relevant agencies is needed to ensure that MSMEs in Kampung Bandar are adaptive in terms of innovation and financial record-keeping. This is because innovation that is oriented towards the times and structured financial record-keeping methods are basic requirements for encouraging MSMEs to progress.
Copyrights © 2025