Latar Belakang: Dawet ireng merupakan minuman tradisional khas Purworejo yang menggunakan tepung oman sebagai pewarna hitam alami pada butiran cendol. Praktik penggunaan tepung oman yang bersifat tradisional serta potensi penyalahgunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) pewarna menimbulkan isu keamanan pangan pada produk UMKM dawet. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM Dawet Purworejo mengenai BTP pewarna pangan dan keamanan tepung oman sebagai dasar penguatan sistem keamanan pangan. Metode: Sosialisasi meliputi survei pendahuluan, ceramah interaktif, dan diskusi terkait regulasi BTP pewarna, risiko polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH) seperti benzo[a]pyrene pada tepung oman, serta prinsip higiene dan sanitasi pangan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 32% menjadi 94%, melampaui target peningkatan minimal 50%. Kesimpulan: Sosialisasi terstruktur mengenai BTP pewarna dan tepung oman efektif meningkatkan kapasitas pengetahuan pelaku UMKM dawet dan mendukung penguatan keamanan pangan pada usaha pangan tradisional.
Copyrights © 2026