Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pandangan mahasiswa katolik di Kupang terhadap penggunaan AI dan otomatisasi, mengidentifikasi nilai-nilai teologi moral yang relevan dan menganalisis potensi konflik antara nilai-nilai tersebut dengan implementasi AI dalam kehidupan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jumlah informan utama 12 mahasiswa dan informan pendukung 2 dosen di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang AI sebagai alat bantu yang bermanfaat untuk efisiensi akademik. Nilai-nilai teologi moral yang ditekankan adalah martabat manusia, keadilan social dan tanggung jawab etis. Konflik etis utama berpusat pada kekhawatiran tentang integritas akademik, resiko ketergantungan dan potensi penurunan pemikiran kritis dan interaksi interpersonal. Pandangan umum menunjukkan bahwa teknologi harus menjadi mitra yang mendukung, bukan menggantikan perkembangan manisiawi. Dengan demikian, penggunaan AI diterima dengan persyaratan etis. Diperlukan kerangka teologi moral yang kuat untuk memastikan bahwa AI digunakan dengan bijak, menjunjung tinggi martabat manusia dan mendukung kebaikan bersama sehingga sejalan dengan prinsip-prinsip katolik.
Copyrights © 2025