Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, sehingga upaya pencegahan perlu dimulai sejak masa remaja sebagai kelompok calon orang tua yang berperan penting dalam menentukan kualitas generasi mendatang. Posyandu Remaja memiliki potensi strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai gizi dan kesehatan melalui pendekatan partisipatif. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah peer education, yaitu metode pendidikan kesehatan yang melibatkan remaja sebagai fasilitator dan agen perubahan bagi teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peer education dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan stunting sejak dini serta kontribusinya dalam memperkuat manajemen kesehatan masyarakat melalui kegiatan Posyandu Remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sebanyak 100 mahasiswa Politeknik Negeri Madura di Kabupaten Sampang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perubahan skor pengetahuan dalam masing-masing kelompok dan uji Mann–Whitney U untuk membandingkan perubahan skor antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan peer education (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang bermakna. Selain itu, perbandingan antar kelompok menunjukkan bahwa peningkatan skor pengetahuan pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa peer education efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan stunting serta berperan dalam memperkuat fungsi Posyandu Remaja sebagai sarana pengelolaan kesehatan masyarakat berbasis komunitas
Copyrights © 2025