Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Independensi dan Karakteristik Sikap Masyarakat Tentang Isolasi Mandiri Pada Pasien Covid-19 di Desa Teja Timur Pamekasan Suhendro, Prastomo; Christiana, Elisa; Rahman, Taufiqur; Alfia, Khomisatul
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i4.1731

Abstract

The independent attitude that society has towards the emergence of new health problems is still very dominant during the Covid-19 pandemic, this also influences the government's program in implementing the self-isolation model for Covid-19 patients. This research aims to determine people's attitudes towards self-isolation for Covid-19 patients, to prevent the spread of Covid-19. The design used in this research is descriptive by observing and filling out a questionnaire. The sample in this study was 65 respondents and was taken using a non-probability sampling technique, purposive sampling type. The variable in this study was the community's attitude regarding self-isolation in Covid-19 patients. The instrument used was a Likert scale. Data analysis used descriptive analysis. Most people have an unfavorable attitude towards self-isolation for Covid-19 patients. Based on the research results, it can be concluded that the community's attitude regarding self-isolation for Covid-19 patients in Teja Timur Village, Pamekasan, is largely unfavorable, therefore it is necessary to approach respondents and community leaders and provide more intensive counseling. in order to change respondents' attitudes towards self-isolation for Covid-19 patients
Aplikasi Tekhnik Relaksasi Genggam Jari dalam Menurunkan Tekanan Darah Lansia Iszakiyah, Nur; Suhendro, Prastomo; Rahman, Taufiqur; Ayu S., Winda
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i3.2301

Abstract

Kasus hipertensi terus meningkat dimana setiap tahun sekitar 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi. Angka terbesar masyarakat beresiko hipertensi adalah lansia. Teknik relaksasi genggam jari merupakan salah satu terapi yang bisa meningkatkan aliran darah dan perfusi jaringan ke otot rangka hingga jantung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh relaksasi gengam jari terhadap tekanan darah pada lansia. Desain penelitian menggunakan quasy ekperimental one group pre-post test designe. Populasi sejumlah 59 lansia dan sampel 37 lansia yang dipilih secara purposive sampling Pengambilan data menggunakan lembar observasi pengukuran tekanan darah. Sedangkan uji statistik yang digunakan adalah Uji Paired T-Test dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan p value 0,000 < 0,05 artinya terdapat pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Gambaran sebelum intervensi didapatkan status hipertensi berat/hipertensi derajat 2 sejumlah 18 responden dan setelah dilakukan intervensi didapatkan hasil adanya penurunan hipertensi derajat 2 dari 18 responden menjadi 14 responden. Kemudian didapatkan kenaikkan dari 2 responden menjadi 6 responden yang statusnya menjadi pra hipertensi (normal). Relaksasi genggam jari ini diharapkan mampu menjadi alternatif terapi yang efektif, murah, mudah diaplikasikan secara mandiri dan aman tanpa efek samping.
PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) AWAM UNTUK SISWA SMA Rahman, Hilmah Noviandry Rahman; Syakura, Abdan; Hafidah, Lailatul; Suryadi A, Edy; Sari, Agoesta Pralita; Kuzzairi, Kuzzairi; Iva N, Cantika; Dian R, Nadia; Kristian T, Kristian T; Nur, Mohamad; Pujiani, Honesty; Iszakiyah, Nur; Fauziyah, Nur Aini; Suhendro, Prastomo; Yuliana W, Rahayu; Faizah, Anif Usni
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i2.1239

Abstract

Basic Life Support (BLS) is a set of skills used to maintain airway and circulation without using tools. It can be performed by anyone, including high school students, at any time and place. Unfortunately, many laypeople and students lack knowledge about basic life support. To address this issue, the author and their team conducted a community service program focused on providing basic life support training for students. The aim was to enhance students' knowledge and skills in administering emergency first aid effectively, enabling them to handle emergencies and save lives.   This initiative is aligned with the vision and mission of the health department, particularly in dealing with maritime emergencies. The training methods included lectures and simulations, and the participants were assessed using a multiple-choice type closed-ended questionnaire. The respondents completed the questionnaire before the training (pre-test) and after the training (post-test). The data analysis revealed an average pretest score of 56.54 and a posttest score of 84.88. This analysis was conducted using Google Forms.   Various factors influenced the participants' success, including their own initiative, interest, and enthusiasm in learning and retaining the training content. Overall, the participants demonstrated proficiency in handling victims and providing basic life support. However, certain aspects, such as the rescuer's position and readiness, need to be evaluated and emphasized, as they are often overlooked by participants  
. PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH DAN BAWANG BOMBAY TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOWEL : hipertensi Suhendro, Prastomo
Jurnal Sains dan Teknologi Kesehatan Vol 2 No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/jstk.v2i1.98

Abstract

Abstract. Banyak masyarakat mengalami tekanan darah tinggi di wilayah kerja Puskesmas Kowel percaya bahwa menggunakan bawang putih dan bawang bombay dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh bawang putih dan bawang bombay pada penurunan hipertensi. Desain penelitian ini menggunakan metode One group pre and posttest design Total Sampling. responden sebanyak 15 orang, penderita hipertensi laki-laki usia kisaran 35-40 tahun yang tidak memiliki kebiasaan begadang, merokok meminum kopi, dan minum minuman keras di wilayah kerja puskesmas kowel. Data penelitian ini diambil menggunakan alat ukur tensi meter. Setelah ditabulasi data yang dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon signed rank test Asymp. Sig. (2-tailed) .001. Menunjukkan Uji Statistik spearman rho nilai signifikan (2-tailed) sebesar 0,00 Karena nilai signifikan (2-tailed) lebih kecil dari (0,00<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa H1 di terima, artinya terdapat pengaruh pemberian bawang putih dan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas kowel. Hendaknya penelitian ini dijadikan sebagai acuan dalam upaya memporoleh obat penurun tekanan darah secara alami Kata kunci : hipertensi, bawang putih , bawang Bombay. ______
Analisis Komplikasi Mikrovaskuler: Perbedaan Neuropati pada Pasien Diabetes Melitus yang Berobat Teratur dengan yang Tidak Teratur Rahman, Taufiqur; Suhendro, Prastomo; Nindawi, Nindawi; Mufidah, Mufidah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.21458

Abstract

ABSTRACT Neuropathy is a nerve disorder due to chronic complications of Diabetes, characterized by tingling, pain or numbness. Diabetic neuropathy more often attacks the nerves in the feet. Diabetes Mellitus is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia that occurs due to disorders in insulin secretion and insulin action. The incidence of diabetes mellitus in Indonesia is 1785 cases that experience complications divided into: 16% of diabetes mellitus patients experience macrovascular complications, 27.6% experience microvascular complications such as diabetic neuropathy. Factors that can prevent and inhibit the progression of neuropathy are patient compliance in taking medication. Diabetes mellitus patients are often not disciplined in carrying out a healthy lifestyle such as consuming a balanced nutritional intake, physical activity and also in taking medication. The results of this study are used as study material for nurses for an education model with data-based planning (PBD) that utilizes data to improve the quality of the counseling matrix. This study aims to determine the difference in the level of neuropathy in diabetes mellitus patients who receive irregular treatment and those who receive regular treatment at the Mohammad Noer Pamekasan Hospital. The type of research is descriptive comparative. The research subjects were 20 people selected using purposive sampling technique. The research data were taken from filling out the questionnaire, and analyzed using the Mann Whitney test statistic. The results of this study indicate that there is a significant difference in the level of neuropathy in diabetes mellitus patients who receive regular treatment and those who do not receive regular treatment at RS. Mohammad Noer Pamekasan (p value = 0.002 <0.05). The conclusion of the results of this study indicates that there is a difference in the level of neuropathy that is more severe in diabetes mellitus patients who receive irregular treatment compared to those who receive regular treatment, therefore innovative education with a nursing management perspective approach is an important pillar in improving the ability to manage self-care for DM patients. Keywords: Diabetes Mellitus, Neuropathy, Irregular Medication  ABSTRAK Neuropati merupakan gangguan saraf akibat komplikasi kronis penyakit Diabetes, yang ditandai dengan kesemutan, nyeri atau mati rasa. Neuropati diabetik lebih sering menyerang saraf di kaki. Diabetes Melitus merupakan kelainan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia kronik yang terjadi akibat adanya gangguan pada sekresi insulin dan kerja insulin. Angka kejadian diabetes melitus di Indonesia sebanyak 1785 kasus yang mengalami komplikasi terbagi dari: 16% penderita diabetes melitus mengalami komplikasi makrovaskuler, 27,6% mengalami komplikasi mikrovaskuler seperti neuropati diabetik. Faktor yang dapat mencegah dan menghambat progesivitas neuropati adalah kepatuhan pasien dalam minum obat. Penderita diabetes melitus seringkali tidak disiplin dalam melakukan pola hidup sehat seperti mengkonsumsi asupan gizi yang seimbang, aktivitas fisik dan juga dalam mengkonsumsi obat.  Hasil penelitian ini sebagai bahan kajian bagi perawat untuk model edukasi dengan perencanaan berbasis data (PBD) yang memanfaatkan data untuk meningkatkan kualitas matrik penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat neuropati pada pasien diabetes melitus yang berobat tidak teratur dengan yang berobat teratur di RS. Mohammad Noer Pamekasan.  Jenis penelitian adalah deskriptif komparatif. Subjek penelitian berjumlah 20 orang yang di pilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diambil dari pengisian kuesioner, dan dianalisis menggunakan statistik uji Mann whitney.  Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat neuropati pada pasien diabetes melitus yang berobat teratur dengan yang tidak teratur di RS. Mohammad Noer Pamekasan (p value = 0,002<0,05). Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat neuropati yang lebih berat pada pasien diabetes melitus yang berobat tidak teratur dibandingkan dengan yang teratur, oleh karena itu edukasi yang inovatif dengan pendekatan perspektif manajemen keperawatan merupakan pilar penting dalam meningkatkan kemampuan mengelola perawatan diri/self care bagi penderita DM. Kata kunci: Diabetes Melitus, Neuropati, Berobat Tidak Teratur
PERBEDAAN KADAR GULA DARAH ANTARA AKTIVITAS FISIK SENAM DENGAN JOGING PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOWEL PAMEKASAN Watiningrum, Rahayu Yuliana; Suhendro, Prastomo; Agustina, Citra Elly
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.129

Abstract

Latihan fisik dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita DM. Latihan fisik dapat dilakukan dengan senam ataupun joging karena dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh sehingga sensitivitas insulin kembali meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kadar gula darah antara aktivitas fisik senam dengan joging pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kowel Kabupaten Pamekasan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan pretest posttest design. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan 18 responden yang terdiri dari 9 kelompok senam dan 9 kelompok jogging. Analisa bivariat menggunakan uji T-Test. Hasil penelitian ada perbedaan kadar gula darah yang signifikan pada pasien DM tipe 2 antara aktivitas fisik Senam dengan Jogging, nilai sig 0,001(
Pendidikan Sebaya: Strategi Efektif Penguatan Manajemen Kesehatan Remaja dalam Pencegahan Stunting di Polteknik Negeri Madura Rosanti, Nadia Dian; Amien, Ach. Fahrizal; Fa’ni, Renidya Asyura Muttabi’ Deya; Syakura, Abdan; Nur, Mohamad; Hidayat, Mukhlish; Sari, Agoesta Pralita; Suraying, Suraying; Suhendro, Prastomo; Ferdiyanto, Riza
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.7 No.2 (2025) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v7i2.24240

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, sehingga upaya pencegahan perlu dimulai sejak masa remaja sebagai kelompok calon orang tua yang berperan penting dalam menentukan kualitas generasi mendatang. Posyandu Remaja memiliki potensi strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai gizi dan kesehatan melalui pendekatan partisipatif. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah peer education, yaitu metode pendidikan kesehatan yang melibatkan remaja sebagai fasilitator dan agen perubahan bagi teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peer education dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan stunting sejak dini serta kontribusinya dalam memperkuat manajemen kesehatan masyarakat melalui kegiatan Posyandu Remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sebanyak 100 mahasiswa Politeknik Negeri Madura di Kabupaten Sampang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perubahan skor pengetahuan dalam masing-masing kelompok dan uji Mann–Whitney U untuk membandingkan perubahan skor antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan peer education (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang bermakna. Selain itu, perbandingan antar kelompok menunjukkan bahwa peningkatan skor pengetahuan pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa peer education efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan stunting serta berperan dalam memperkuat fungsi Posyandu Remaja sebagai sarana pengelolaan kesehatan masyarakat berbasis komunitas