Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam bidang pendidikan, terutama melalui perluasan akses terhadap sumber belajar, memperkuat konektivitas global. Namun, arus perkembangan digitalisasi yang begitu cepat memunculkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap perkembangan karakter dan kesejahteraan mental peserta didik. Hal ini menuntut penguatan integrasi literasi digital dan pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan, struktur keilmuan, serta kesenjangan penelitian pada kajian literasi digital dan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometric dengan data penelitian diperoleh dari database Scopus. Kemudian, data dianalisis menggunakan teknik co-occurrence, network visualization, overlay visualization, dan analisis density. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan kajian yang signifikan, namun masih bersifat terfragmentasi dengan tingkat integrasi yang rendah. Teridentifikasi empat klaster utama, yaitu konteks demografis dan metodologis, kesehatan mental dan isu sosial, konsep literasi digital dan teknologi pendidikan, serta pendidikan karakter dan social-emotional learning. Selain itu, ditemukan kesenjangan penelitian pada integrasi konseptual, kajian anak usia dini, pendekatan metodologis longitudinal, konteks budaya non-Barat, dan pengembangan asesmen holistik. Temuan ini menegaskan perlunya kerangka terintegrasi untuk membangun literasi digital yang berlandaskan nilai dan etika.
Copyrights © 2025