Abstract Neonatal and child mortality remain a serious public health problem both globally and nationally. Early detection and rapid intervention in neonatal and infant emergencies are crucial for healthcare workers and are a top priority for healthcare workers, especially midwives and nurses, as they are the forefront of maternal and child healthcare services. This community service, implemented in collaboration between the Bengkulu Ministry of Health's Polytechnic of Health and its healthcare partner, Kepahiang Regional Hospital, is part of the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, specifically in the aspect of Community Service. The Community Service activity took place on November 17-18, 2025, at Kepahiang Regional Hospital, and 89 participants were included in this activity. Evaluation results showed an increase in participant knowledge after participating in the education and training activities, with an average knowledge score of 58, and after the training, the average knowledge score increased to 86. It is recommended that similar activities be implemented on an ongoing basis and developed into skills-based training and competency certification to ensure the sustainability and validity of healthcare worker competency improvements. Abstrak Kematian neonatus dan anak masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional. Deteksi dini dan intervensi yang cepat dalam kasus kegawatdaruratan neonatal dan balita sangat penting untuk dimiliki oleh tenaga kesehatan, dan menjadi prioritas utama tenaga kesehatan terutama bidan dan perawat, karena mereka merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk kerja sama antara Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan mitra layanan kesehatan dalam hal ini RSUD Kepahiang merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada 17-18 November 2025 di RSUD Kepahiang dan di ikuti 89 perawat dan bidan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan dengan data rata-rata skor pengetahuan 58, dan setelah kegiatan skor rata-rata pengetahuan menjadi 86. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan ke arah pelatihan berbasis keterampilan serta sertifikasi kompetensi guna menjamin keberlanjutan dan validitas peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Copyrights © 2025