cover
Contact Name
REZKY AULIA YUSUF
Contact Email
rezkyauliayusuf94@gmail.com
Phone
+6285782269756
Journal Mail Official
ghpjurnalpengabdianjscp@gmail.com
Editorial Address
Jalan. Kaliurang Selatan, No. 1, Makassar City, 90234, South Sulawesi, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Sustainable Community Practices
ISSN : -     EISSN : 31234526     DOI : https://doi.org/10.65280/jscp.v2i2.2
Focus and Scope The scope of the Journal of Science and Community Practice covers various fields of application of science and technology in community service activities, including but not limited to: Health and Well-being, including Health promotion and clean and healthy living behaviour; Community nutrition and family food security; Environmental health and sanitation; Community empowerment in reproductive, maternal, and child health; Education and Social Humanities; Community education development and digital literacy; Improvement of community-based education quality; Strengthening character, culture, and social values; Innovation in community-based learning Engineering and Technology, including Application of appropriate technology; Innovation in information systems and computer technology for community empowerment; Sustainable environmental engineering and technology; Renewable energy and community-based technical solutions. Agriculture and Food Security, including Sustainable agriculture and agroecology; Development of agribusiness and rural economy; Empowerment of farmers and farmer groups through technological innovation; Community-based natural resource management. Economy creative and Community Empowerment, including Development of MSMEs and social entrepreneurship; Innovation in locally-based creative economy; Strengthening organisational and institutional capacity of communities; Empowerment models based on local potential. This journal aims to: Encourage the application of research findings and innovations for community welfare; Serve as a medium for exchanging ideas, best practices, and effective empowerment models; Promote the realisation of inclusive, self-reliant, and sustainable community development. Types of Manuscripts Accepted: Articles based on community service activities; Models and innovations for community empowerment; Conceptual reviews on sustainability approaches in community engagement.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Pemberdayaan Wanita Menopause dalam Pencegahan Hipertensi melalui Edukasi dan Deteksi Dini: Empowering Menopausal Women in Hypertension Prevention through Education and Early Detection Riska Nuryana; Sumarmi Sumarmi; Sulaiman Putra Nagaring; Jesica Mulyadi
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.2

Abstract

Menopause merupakan fase fisiologis alami yang dialami setiap wanita seiring bertambahnya usia, umumnya pada rentang 45–55 tahun. Fase ini ditandai dengan berhentinya menstruasi akibat penurunan hormon estrogen dan progesteron yang berpengaruh terhadap sistem kardiovaskular, sehingga meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Rendahnya kesadaran wanita menopause terhadap pemeriksaan tekanan darah rutin menyebabkan banyak kasus hipertensi tidak terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan melalui edukasi dan deteksi dini hipertensi pada wanita menopause. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo, dengan melibatkan 45 peserta wanita menopause. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, pemeriksaan tekanan darah, serta evaluasi tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 42%, yaitu dari 35% sebelum kegiatan menjadi 77% setelah edukasi. Selain itu, sebanyak 40% peserta terdeteksi mengalami hipertensi, di mana sebagian besar belum pernah melakukan pemeriksaan tekanan darah sebelumnya. Edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, perilaku, dan keterampilan peserta dalam pencegahan hipertensi. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan wanita menopause dalam upaya pencegahan hipertensi. Deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah mandiri menjadi langkah strategis untuk menekan angka kejadian hipertensi pada kelompok wanita menopause yang berisiko tinggi. Kata kunci: menopause, hipertensi, pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, deteksi dini Abstract Menopause is a natural physiological phase experienced by all women as they age, typically occurring between the ages of 45 and 55. This phase is characterised by the permanent cessation of menstruation due to decreased estrogen and progesterone levels, which affect the cardiovascular system and increase the risk of hypertension. The low awareness among menopausal women regarding routine blood pressure checks has led to many cases of hypertension going undetected in its early stages. Therefore, empowerment efforts through education and early detection of hypertension among menopausal women are essential. This community service activity was carried out in the working area of Kota Tengah Public Health Centre, Gorontalo City, involving 45 menopausal women as participants. The implementation methods included interactive health education, blood pressure measurements, and knowledge evaluation using pre-test and post-test assessments. The results showed a 42% increase in participants’ knowledge, from 35% before the activity to 77% after the education session. In addition, 40% of participants were found to have hypertension, most of whom had never undergone blood pressure screening before. Community-based health education proved effective in enhancing awareness, behaviour, and practical skills related to hypertension prevention. In conclusion, this program successfully improved the knowledge, awareness, and skills of menopausal women in preventing hypertension. Early detection through self-monitoring of blood pressure serves as a strategic step to reduce hypertension incidence among high-risk menopausal women. Keywords: menopause, hypertension, community empowerment, health education, early detection
Pemberdayaan Remaja Pesantren melalui Inovasi Es Krim Daun Kelor untuk Pencegahan Anemia: Empowering Islamic Boarding School Youth through Moringa Leaf Ice Cream Innovation to Prevent Anemia Aqilah Zalsabilla Marzuki; Nur Fitrah Azisah; Indana Zulfa Rijal; Malik Fajar Muis; Dian Aminarti; Rezky Aulia Yusuf
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i1.3

Abstract

Abstrak Pondok Pesantren Wihdatul Ulum YW-UMI, yang terletak di Kabupaten Gowa, menunjukkan adanya indikasi anemia pada remaja putri. Hal ini dibuktikan melalui hasil diskusi dengan kepala sekolah yang mengungkapkan bahwa remaja putri sering kurang bersemangat dan kurang konsentrasi saat belajar. Selain itu, kebiasaan jajan sembarangan turut terjadi di pondok pesantren tersebut. Melihat kondisi tersebut, tim PKM-PM menjadikan remaja putri usia 12–17 tahun di pesantren tersebut sebagai sasaran pengabdian masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mereka dalam upaya pencegahan anemia melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan es krim dari bahan daun kelor serta pembentukan Duta Cegah Anemia untuk keberlanjutan program ini. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan kegiatan inti (sosialisasi, pelatihan, dan pemilihan Duta Cegah Anemia), serta pembentukan Duta Cegah Anemia sebagai peer educator. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 15-19 Juni 2024. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pelaksanaan sosialisasi yang meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia, pelatihan pembuatan es krim daun kelor yang menambah keterampilan mereka, serta terpilihnya Duta Cegah Anemia yang akan terus berkoordinasi dengan pihak pondok dalam monitoring konsumsi olahan daun kelor. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga melatih jiwa kepemimpinan dan kemampuan public speaking Duta Cegah Anemia untuk keberlanjutan program di masa mendatang. Kata kunci:  Anemia, Pencegahan, Daun Kelor Abstract Wihdatul Ulum YW-UMI Islamic Boarding School, located in Gowa Regency, has shown signs of anemia among adolescent girls. This was revealed through discussions with the school principal, who noted that many female students often lacked enthusiasm and concentration during learning. Additionally, unhealthy snacking habits were commonly observed at the boarding school. In response to this situation, the PKM-PM team targeted female students aged 12–17 as the focus of their community service program. The aim was to increase their knowledge of anemia prevention through educational sessions and training in making ice cream from moringa leaves, as well as forming “Anemia Prevention Ambassadors” to ensure the program’s sustainability. The program was carried out in three phases: preparation, implementation of core activities (socialization, training, and ambassador selection), and the establishment of peer educators. Activities were conducted from June 15–19, 2024. The results showed that the socialization phase successfully increased the girls' knowledge about anemia, the training improved their practical skills in processing moringa leaves, and ambassadors were elected to work closely with the school in monitoring moringa-based food consumption. This program not only provided knowledge and skills, but also developed the leadership and public speaking abilities of the ambassadors to ensure the program's continuity in the future. Keywords: Anaemia, Prevention, Moringa leaves  
Promosi Kesehatan Pentingnya Mengkonsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil di Desa Benteng Gajah Kabupaten Maros: Health Promotion: The Importance of Taking Iron Tablets for Pregnant Women in Benteng Gajah Village, Maros Regency Nurul Auliyah Yusuf; La Ode Kaerul Anam
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi, termasuk di Dusun Harapan, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Rendahnya kesadaran dan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya konsumsi tablet zat besi (Fe) menjadi penyebab utama rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil terhadap pentingnya konsumsi tablet Fe guna mencegah anemia selama kehamilan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan dan pembagian poster edukatif dengan pendekatan door to door, serta evaluasi melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana sebelum intervensi hanya 15% responden memiliki pengetahuan baik, meningkat menjadi 90% setelah intervensi. Selain peningkatan pengetahuan, respon masyarakat terhadap kegiatan ini sangat positif karena penyuluhan dilakukan langsung ke rumah warga, sehingga menjangkau sasaran secara efektif. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan yang disertai media edukatif mampu meningkatkan kesadaran ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe secara teratur. Dengan demikian, intervensi berbasis edukasi dan partisipasi masyarakat dapat menjadi strategi efektif dalam menurunkan angka anemia pada ibu hamil di wilayah pedesaan. Kata kunci: anemia, ibu hamil, tablet Fe, penyuluhan, edukasi kesehatan Abstract Anaemia among pregnant women remains a major public health concern, including in Harapan Hamlet, Benteng Gajah Village, Tompobulu District, Maros Regency. Low awareness and limited knowledge about the importance of iron (Fe) tablet consumption are the primary reasons for poor adherence to supplementation programs. This activity aimed to improve the knowledge and awareness of pregnant women regarding the importance of taking Fe tablets to prevent anaemia during pregnancy. The methods included health education sessions and the distribution of educational posters using a door-to-door approach, accompanied by pre-test and post-test questionnaires to measure knowledge improvement. The results showed a significant increase in knowledge: before the intervention, only 15% of respondents had good knowledge, which increased to 90% after the intervention. Furthermore, community responses were highly positive as the door-to-door approach effectively reached the target participants. This activity demonstrates that health education combined with visual educational media can effectively raise awareness and encourage pregnant women to regularly consume Fe tablets. Therefore, educational and participatory interventions are effective strategies to reduce anaemia rates among pregnant women, particularly in rural communities. Keywords: anaemia, pregnant women, Fe tablets, health education, awareness
Penyuluhan Pentingnya Istinja’ pada Masyarakat di Desa Benteng Gajah Kabupaten Maros: Counseling on the Importance of Istinja' to the Community in Benteng Gajah Village, Maros Regency Aditia Widya Putri; Masnuna I Ambarak
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Istinja’ merupakan salah satu praktik kebersihan diri yang penting dalam menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan. Namun, sebagian masyarakat di Dusun Harapan, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, masih memiliki pemahaman yang rendah mengenai tata cara dan pentingnya istinja’. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya istinja’ melalui kegiatan penyuluhan dan pembagian poster edukatif. Metode pelaksanaan meliputi pemberian kuesioner pre-test dan post-test, penyuluhan door to door, serta pemasangan poster di tempat strategis seperti posyandu dan rumah warga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan masyarakat, dari 27,3% kategori baik sebelum intervensi menjadi 81,8% setelah intervensi. Selain peningkatan pengetahuan, masyarakat juga memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan penyuluhan karena dianggap bermanfaat dan mudah dipahami. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan langsung dengan media edukatif dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup bersih masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk membentuk kebiasaan hidup sehat berbasis nilai-nilai kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kata kunci: istinja’, penyuluhan kesehatan, perilaku bersih, edukasi masyarakat Abstract Istinja’ is an essential personal hygiene practice that plays a significant role in maintaining individual and environmental health. However, many residents of Harapan Hamlet, Benteng Gajah Village, Tompobulu District, Maros Regency, still have a limited understanding of its proper implementation and importance. This community service activity aimed to increase public knowledge about istinja’ through health education and the distribution of educational posters. The methods included administering pre-test and post-test questionnaires, conducting door-to-door counselling, and placing posters in strategic locations such as health posts (posyandu) and residents’ homes. The results showed a significant improvement in community knowledge, with the proportion of respondents having good knowledge increasing from 27.3% before the intervention to 81.8% after. In addition, participants responded positively to the activity, stating that the materials were useful and easy to understand. This program demonstrated that direct counselling combined with educational media can effectively raise awareness and promote clean living behaviours among the community. Continuous and sustainable educational efforts are recommended to foster hygiene habits based on health and environmental values in rural communities. Keywords: istinja’, health education, clean behaviour, community awareness
Penyuluhan Dampak Pestisida pada Masyarakat di Desa Benteng Gajah Kabupaten Maros: Counseling related on Pesticide Impact to the Community in Benteng Gajah Village, Maros Regency Nurul Auliyah Yusuf; La Ode Kaerul Anam
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan pestisida secara berlebihan dan tidak sesuai aturan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan. Di Dusun Harapan, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, sebagian masyarakat masih belum memahami bahaya pestisida serta cara penggunaannya yang aman. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai dampak penggunaan pestisida serta pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) saat bekerja. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan door to door, pembagian poster edukatif, serta evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan, dari 19,1% kategori baik sebelum intervensi menjadi 81,0% setelah intervensi. Respon masyarakat terhadap kegiatan ini sangat positif karena penyuluhan dilakukan secara langsung dan disertai media edukatif yang mudah dipahami. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan dengan pendekatan partisipatif dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pestisida serta mendorong perilaku kerja yang lebih aman dan sehat di kalangan petani. Kata kunci: pestisida, penyuluhan kesehatan, keselamatan kerja, perilaku masyarakat Abstract Excessive and improper use of pesticides can have harmful effects on both human health and the environment. In Harapan Hamlet, Benteng Gajah Village, Tompobulu District, Maros Regency, many residents still lack understanding of pesticide hazards and safe usage practices. This activity aimed to improve public knowledge and awareness regarding the impacts of pesticide exposure and the importance of using personal protective equipment (PPE) during agricultural activities. The methods used included door-to-door counselling, distribution of educational posters, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The results showed a significant increase in public knowledge, from 19.1% categorised as good before the intervention to 81.0% after. The community responded positively, appreciating the direct approach and the use of easy-to-understand educational materials. This program demonstrates that participatory health education can effectively raise awareness about pesticide hazards and promote safer and healthier work practices among farmers. Keywords: pesticide, health education, occupational safety, community behaviour
Penyuluhan dan Percontohan Biopori pada Masayarakat di Desa Benteng Gajah Kabupaten Maros: Biopore Extension and Demonstration for the Community in Benteng Gajah Village, Maros Regency La Ode Kaerul Anam; Aditia Widya Putri
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah pengelolaan sampah menjadi isu penting di berbagai wilayah pedesaan, termasuk di Dusun Harapan, Desa Benteng Gajah, Kabupaten Maros, di mana masyarakat masih banyak melakukan pembakaran sampah yang dapat mencemari udara dan lingkungan. Salah satu solusi sederhana dan ramah lingkungan untuk mengatasi hal tersebut adalah penerapan teknologi biopori. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap manfaat lubang resapan biopori sebagai alternatif pengelolaan sampah organik dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pembagian poster edukatif, dan percontohan langsung pembuatan biopori di lingkungan masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, di mana sebelum intervensi masyarakat belum mengetahui tentang biopori, sedangkan setelah penyuluhan dan praktik pembuatan biopori, tingkat pengetahuan meningkat hingga 90%. Respon masyarakat sangat positif, mereka merasa kegiatan ini bermanfaat dan berniat menerapkan biopori di sekitar rumah masing-masing. Dengan demikian, penyuluhan dan percontohan biopori dapat menjadi langkah efektif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Kata kunci: biopori, penyuluhan lingkungan, pengelolaan sampah, partisipasi masyarakat Abstract Waste management remains a major environmental issue in many rural areas, including Harapan Hamlet, Benteng Gajah Village, Maros Regency, where open burning of household waste is still a common practice. One simple and environmentally friendly solution to this problem is the application of biopore infiltration holes. This community service activity aimed to increase public knowledge and awareness of the benefits of biopores as an alternative for managing organic waste and preserving the environment. The methods included educational counselling, distribution of informative posters, and hands-on demonstrations of biopore construction within the community. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires to assess knowledge improvement. The results showed a significant increase, with community awareness of biopores rising from 0% before the intervention to 90% after the activity. Participants responded positively, acknowledging that the program was beneficial and expressing an intention to adopt biopore systems in their homes. Therefore, education and demonstration activities on biopore implementation can effectively promote sustainable waste management practices and strengthen environmental awareness among rural communities. Keywords: biopore, environmental education, waste management, community participation
Edukasi Reproduksi Terpadu untuk Mencegah Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Putri SMKN 1 Takalar: Integrated Reproductive Education to Prevent Risky Sexual Behavior in Adolescent Girls at SMKN 1 Takalar Nur Andani; Sumarmi Sumarmi; Eny Sutria; Risnah Risnah; Harmawati Harmawati
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.9

Abstract

Abstrak Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya kasus kehamilan remaja, infeksi menular seksual, serta gangguan psikososial. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi reproduksi terpadu kepada remaja putri di SMKN 1 Takalar sebagai upaya preventif terhadap perilaku seksual berisiko. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi peran menggunakan media audiovisual yang menarik dan sesuai usia peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta perubahan sikap. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman remaja putri tentang kesehatan reproduksi, tanggung jawab moral, dan pentingnya menjaga perilaku seksual yang sehat sesuai nilai budaya dan agama. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi serta komitmen untuk menjadi agen edukasi bagi teman sebaya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi reproduksi terpadu yang berkelanjutan di lingkungan sekolah menengah kejuruan.  Kata kunci: Edukasi reproduksi, remaja putri, perilaku seksual berisiko, pencegahan Abstract Adolescent girls are a vulnerable group at risk of engaging in unsafe sexual behaviour due to limited knowledge and understanding of reproductive health. This condition can lead to increased cases of teenage pregnancy, sexually transmitted infections, and psychosocial problems. Therefore, this community service activity aimed to provide integrated reproductive education to female students at SMKN 1 Takalar as a preventive effort against risky sexual behaviour. The methods included interactive lectures, group discussions, and role-play simulations using age-appropriate audiovisual media. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments to measure improvements in knowledge and attitude changes. The results showed a significant increase in the participants’ understanding of reproductive health, moral responsibility, and the importance of maintaining healthy sexual behaviour consistent with cultural and religious values. Participants also demonstrated high enthusiasm and commitment to becoming peer educators. This activity is expected to serve as a sustainable model for integrated reproductive education in vocational high school environments.   Keywords: Reproductive education, adolescent girls, risky sexual behaviour, prevention
Penyuluhan dan praktik pembuatan makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada warga Desa Pucak Maros: Counseling and practice of making complementary foods for breast milk (MP-ASI) for residents of Pucak Village, Maros Aqilah Zalsabilla Marzuki; Chintia Ayu Jerfatin; Nadya Nur Zikrina
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan penyuluhan dan praktik pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dilakukan di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya ASI dan MP-ASI yang sesuai dengan standar gizi bayi. Sebelum intervensi dilakukan, masyarakat diberikan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal. Setelah itu dilakukan penyuluhan dengan media audiovisual dan praktik langsung pembuatan MP-ASI menggunakan bahan lokal yang bergizi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat, di mana nilai post-test seluruh peserta meningkat pada setiap indikator. Rata-rata jawaban benar meningkat dari 40% menjadi lebih dari 90% setelah penyuluhan. Hal ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif partisipatif dalam mengubah perilaku dan pengetahuan masyarakat mengenai pemberian MP-ASI yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan status gizi bayi dan balita di wilayah pedesaan. Kata kunci: MP-ASI, penyuluhan gizi, pengetahuan masyarakat, pemberdayaan masyarakat  Abstract A counselling and practical session on Complementary Feeding for Breast Milk (MP-ASI) was conducted in Pucak Village, Tompobulu District, Maros Regency, to improve community knowledge on appropriate breastfeeding and complementary feeding practices. Before the intervention, participants completed a pre-test to assess baseline understanding. The session involved audiovisual-based education and hands-on training on preparing nutritious MP-ASI using local ingredients. Results indicated a significant improvement in participants’ knowledge, with post-test scores showing over 90% accuracy compared to an average of 40% in the pre-test. This demonstrates the effectiveness of participatory educational approaches in enhancing maternal awareness and proper MP-ASI practices. Such community-based interventions are expected to contribute to improved infant and toddler nutritional status in rural areas.  Keywords: complementary feeding, nutrition counselling, community knowledge, community empowerment  
Edukasi Pentingnya Mengikuti Penyuluhan Kehamilan di Posyandu Bagi Ibu Hamil di Desa Pucak Maros: Education on the Importance of Attending Pregnancy Counseling at the Integrated Health Post (Posyandu) for Pregnant Women in Pucak Village, Maros Inayah Amalia Rahim; Ahmad Kasimuddin; Sitti Patimah
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan penyuluhan kehamilan di Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Rendahnya tingkat kehadiran ibu hamil dalam penyuluhan di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi langsung oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan rutin, konsumsi nutrisi yang seimbang, dan partisipasi aktif dalam penyuluhan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan door to door dan penyuluhan kelompok kecil disertai pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan; seluruh responden menjawab benar lebih dari 90% pada post-test dibandingkan 40–50% pada pre-test. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan dan peran aktif dalam kegiatan Posyandu. Edukasi berkelanjutan diharapkan mampu menurunkan risiko komplikasi kehamilan serta meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi di wilayah pedesaan.  Kata Kunci: penyuluhan kehamilan, ibu hamil, posyandu, edukasi kesehatan Abstract Pregnancy counselling activities at Posyandu serve as a preventive and promotive effort to maintain maternal and fetal health during pregnancy. The low participation rate of pregnant women in counselling sessions at Pucak Village, Tompobulu District, Maros Regency, prompted an educational intervention conducted by Public Health students of Universitas Muslim Indonesia. This program aimed to improve pregnant women’s knowledge and awareness regarding the importance of regular check-ups, balanced nutrition, and active participation in community health education. The method involved door-to-door visits and small group discussions, accompanied by pre-test and post-test evaluations to assess knowledge improvement. The results showed a significant increase, with more than 90% of participants answering correctly in the post-test compared to only 40–50% in the pre-test. The findings demonstrate that participatory education effectively enhances maternal understanding of prenatal care and the importance of attending Posyandu sessions. Continuous education efforts are expected to reduce pregnancy complications and improve maternal and infant well-being in rural communities. Keywords: pregnancy counselling, pregnant women, Posyandu, health education
Sosialisasi dan Penyuluhan Pencegahan Diabetes Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Kota Makassar: Socialization and Counseling on Diabetes Prevention as an Effort to Increase Public Knowledge in Makassar City Icsa Alif Algiffai Yunus; Adhe Ratna Sari; Lutfia Mutmainna; Nadila Nurul A.L; Riski Amalia Arula; Siti Munawarah SR; St. Dewi Afriliani. R
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Diabetes adalah kondisi kronis yang terjadi ketika kadar glukosa darah tetap di atas batas normal. Ini terjadi jika Pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah) atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkanya. World Health Organization (WHO) tahun 2011 jumlah penderita diabetes melitus di dunia 200 juta jiwa, Indonesia menempati urutan keempat terbesar dalam jumlah penderita diabetes melitus di dunia setelah India, Cina,dan Amerika Serikat. Salah satu faktor yang menentukan perilaku kesehatan seseorang adalah tingkat pengetahuan. Sehingga dapat dikatakan tingkat pengetahuan seseorang memiliki peranan yang sangat penting dalam berperilaku mengontrol kadar gula darah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah RW/RT 005/006 Kelurahan Bulurokeng adalah edukasi melalui penyuluhan kesehatan mengenai Diabetes Mellitus dalam bentuk ceramah dan diskusi. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan mengenai Diabetes Mellitus. Dengan demikian, Tingkat pengetahuan memiliki peranan yang sangat penting dalam mengubah perilaku seseorang. Kata kunci: Diabetes, pencegahan, penyuluhan, sosialisasi Abstract Diabetes is a chronic condition that occurs when blood glucose levels remain above normal limits. This occurs when the Pancreas does not produce enough insulin (a hormone that regulates blood sugar) or when the body cannot effectively utilise the insulin it makes. World Health Organisation (WHO) in 2011, the number of people with diabetes mellitus in the world was 200 million people. Indonesia ranked fourth largest in the number of people with diabetes mellitus in the world after India, China, and the United States. One of the factors that determines a person's health behaviour is the level of knowledge. So it can be said that a person's level of knowledge plays a very important role in behaving to control blood sugar levels. The method used in community service activities in the RW/RT 005/006 area of Bulurokeng Village is education through health counselling on Diabetes Mellitus in the form of lectures and discussions. There are differences in the level of knowledge between before and after health counselling about Diabetes Mellitus. Thus, the level of knowledge has a very important role in changing a person's behaviour.  Keywords: Diabetes, prevention, extension, socialisation

Page 1 of 2 | Total Record : 19