This research aims to describe the feasibility of Indonesian as the official language of ASEAN and explain the supporting factors. This type of research is classified as qualitative research. The approach used is a sociolinguistic approach. The data sources in this research are books or manuscripts related to Indonesian as the official language of ASEAN. The data collection techniques used are note-taking techniques, participatory observation techniques, and documentation techniques. The results of this research show that Indonesian has the potential to become the official language of ASEAN. The factors that support Indonesian becoming an ASEAN language are (1) history of the Indonesian language, (2) Indonesian language regulations, (3) ASEAN language regulations, (4) Indonesian for Foreign Speakers (BIPA), and (5) attitudes and language politics. These five factors work together so that Indonesian deserves to be the official language of ASEAN. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN dan memaparkan faktor-faktor pendukungnya. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiolinguistik. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah buku atau naskah-naskah yang berhubungan dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik catat, teknik observasi partisipatif, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memilki potensi untuk menjadi bahasa resmi ASEAN. Faktor-faktor yang menjadi pendukung bahasa Indonesia menjadi bahasa ASEAN yakni (1) sejarah bahasa Indonesia, (2) regulasi bahasa Indonesia, (3) regulasi bahasa ASEAN, (4) Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), dan (5) sikap dan politik bahasa. Kelima faktor tersebut saling bersinergi sehingga bahasa Indonesia layak menjadi bahasa resmi ASEAN.
Copyrights © 2025