Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran merupakan tuntutan penting dalam menghadapi pendidikan abad ke-21. Keberhasilan integrasi TIK tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi sangat bergantung pada kesiapan dan kompetensi guru dalam merancang serta mengelola strategi pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep strategi pembelajaran berbasis TIK, tujuan pengintegrasian TIK dalam pembelajaran, pendekatan pembelajaran berbasis TIK, serta hambatan implementasinya, sekaligus menganalisis praktik penerapan pembelajaran berbasis TIK melalui studi mini research di SMP Integral Persada Tamalatea. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan strategi pembelajaran berbasis TIK yang meliputi strategi pengorganisasian, penyampaian, dan pengelolaan pembelajaran sesuai dengan teori Pitoyo Yuliatmojo. Pembelajaran berbasis proyek digital mampu mendorong literasi digital, kolaborasi, dan keterampilan komunikasi siswa. Namun, implementasi pembelajaran belum berjalan optimal akibat keterbatasan perangkat, koneksi internet yang tidak stabil, serta keterbatasan alokasi waktu pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan guru dalam pembelajaran berbasis TIK sudah cukup baik, tetapi memerlukan dukungan fasilitas, kebijakan sekolah, dan penguatan infrastruktur agar integrasi TIK dapat berdampak maksimal terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Copyrights © 2026