Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Penggunaan Media Puzzle terhadap Perkembangan Berpikir Logis Anak Usia 5-6 Tahun Amalia, Devi; Alwi, Besse Marjani; Angriani, Andi Dian
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 7 No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v7i2.41384

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan media puzzle dalam perkembangan berpikir logis anak usia 5-6 tahun di TK Ceria Kasimpurang, Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh media puzzle terhadap perkembangan berpikir logis anak di TK Ceria Kasimpurang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 2 guru kelas dan 12 peserta didik di TK Ceria Kasimpurang. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 12 anak peserta didik kelas B di TK Ceria Kasimpurang, tidak ada yang berada dalam kategori "belum berkembang" (BB). Sebanyak 7 anak berada dalam kategori "mulai berkembang" (MB), 3 anak berada dalam kategori "berkembang sesuai harapan" (BSH), dan 2 anak berada dalam kategori "berkembang sangat baik" (BSB) dalam perkembangan berpikir logis. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle di TK Ceria Kasimpurang masih belum optimal, dan sekolah berada dalam tahap "mulai berkembang" dalam hal ini. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya maksimalkan penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan peserta didik, meningkatkan minat belajar, dan perhatian lebih lanjut terhadap perkembangan berpikir logis anak agar perkembangan kognitif lebih kompleks dengan pemahaman yang lebih baik dan komprehensif.
The Influence Of The Application Of Dende Games On The Locomotor Abilities Of Children Aged 5-6 Years Darfin, Sutra Awaliyah; Baharuddin, Baharuddin; Alwi, Besse Marjani; Mardiah, Mardiah; Mukhlisah, Mukhlisah
TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11, No 1 (2025): TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tematik.v11i1.73845

Abstract

The dende game as a traditional game not only has educational value, but also a means of cultural preservation that can be integrated in early childhood learning activities in a contextual and fun way this game is played in groups and involves physical activity. Using a quantitative approach and quasi-experimental design, this study involved two classes in group B at Jaya Purnama Kindergarten, Bulukumba Regency, consisting of 12 children as the experimental group and 12 children as the control group. The Dende game was implemented in the experimental group with 8 times of treatment intervention, while the control group received regular learning without special treatment. The data collection instrument used an observation sheet containing indicators of children's locomotor abilities. Data were analyzed using descriptive statistics and independent sample t-test to determine differences between the two groups. The results of hypothesis testing using independent sample t-test showed that there was a significant difference between the two groups. Based on the analysis conducted using SPSS 23 IBM, the t_hitung value was 29.472, while the t_table was 1.717 with a Sig. value of 0.00 <0.05. The intervention given to the experimental class had a positive effect in improving children's locomotor abilities compared to the control class, so it can be concluded that the dende game has a significant effect in improving children's locomotor abilities, with a significant increase in balance, muscle strength, agility
Kesulitan Siswa dalam Memahami Materi Abstrak PAI: Solusi Melalui Tahapan Perkembangan Kognitif Piaget dan Scaffolding Vygotsky Mutmainna, Mutmainna; Rahmawati, Rahmawati; Alwi, Besse Marjani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.10020

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sering menghadapi tantangan dalam menyampaikan materi abstrak seperti tauhid, iman, dan akhlak, terutama karena keterbatasan perkembangan kognitif siswa. Artikel ini mengkaji kesulitan tersebut dan mengusulkan solusi melalui penerapan teori perkembangan kognitif Jean Piaget dan konsep scaffolding Lev Vygotsky. Piaget menjelaskan bahwa kemampuan berpikir abstrak berkembang pada tahap operasional formal (usia 12 tahun ke atas), sehingga materi abstrak perlu disesuaikan dengan tahapan kognitif siswa. Sementara itu, Vygotsky menekankan peran interaksi sosial dan bantuan dari guru atau teman sebaya (scaffolding) dalam mengoptimalkan pemahaman siswa. Integrasi kedua pendekatan ini memungkinkan guru memberikan pembelajaran yang lebih efektif dengan menyesuaikan metode sesuai tahap perkembangan dan memberikan dukungan belajar yang tepat. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis pustaka untuk mengeksplorasi konsep dan aplikasinya dalam konteks PAI. Hasilnya menunjukkan bahwa pemahaman mendalam terhadap tahapan kognitif dan penerapan scaffolding dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi abstrak dan mengembangkan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Rekomendasi diberikan untuk peningkatan kapasitas guru dan pengembangan media pembelajaran yang konkret serta interaktif guna mendukung proses belajar yang bermakna secara intelektual dan spiritual.
ANALISIS KREATIVITAS PESERTA DIDIK DALAM MENGGUNAKAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) BALOK SUSUN BERWARNA DI TK Musdalifa, Umi; Halimah, Andi; Alwi, Besse Marjani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4871

Abstract

This study examines in depth the role of the implementation of the Ministry of Finance's Sakti Web in optimizing the productivity of making Payment Orders (SPM) at the Office of the Ministry of Religious Affairs (Kankemenag) of Hulu Sungai Utara Regency. Using a qualitative approach with a case study design, data collection was carried out through in-depth interviews with related employees, participatory observation of the work process, and analysis of SPM documents and financial reports. The results of the study significantly indicate that the Ministry of Finance's Sakti Web has succeeded in increasing the efficiency of the SPM making process. This integrated system cuts down on manual workflows, substantially reducing the time required to complete each SPM document, thus allowing for a faster response in budget realization. Furthermore, the implementation of the Ministry of Finance's Sakti Web has contributed positively to increasing transparency and accountability in financial management at the Hulu Sungai Utara Kankemenag. Each stage of the transaction is recorded digitally, facilitating tracking and auditing, and minimizing the potential for human error. However, this study also identified several challenges, mainly related to the difficulty of some employees in adapting to new technologies and complex systems. This underscores the urgent need for a more comprehensive and sustainable training program. Overall, the Ministry of Finance's Sakti Web has had a significant positive impact on employee productivity, freeing up their time to concentrate more on other strategic tasks such as program planning and improving religious services. The main recommendation of this study is the importance of institutional commitment to provide ongoing technical support and training to maximize the potential of system utilization and ensure smooth digital transformation. These findings are expected to be a valuable reference for other government agencies in their efforts to adopt information technology to improve public administration performance and service quality. ABSTRAKPenelitian kualitatif deskriptif ini menginvestigasi kreativitas anak usia dini dalam memanfaatkan Alat Permainan Edukatif (APE) berupa balok susun berwarna di TK Dunia Anak Islam Kota Kendari. Dengan sumber data berasal dari kepala sekolah dan guru, penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi untuk pengumpulan data, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil studi mengungkapkan bahwa penggunaan APE balok susun berwarna secara signifikan mendukung perkembangan kognitif anak, yang tercermin dalam peningkatan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan elaborasi ide. Selain itu, aspek fisik-motorik juga terasah melalui peningkatan koordinasi mata-tangan, kecepatan, dan ketepatan dalam mengikuti instruksi. Dari sisi sosial-emosional, APE ini mendorong interaksi positif antar peserta didik melalui kerjasama, berbagi gagasan, dan pengelolaan emosi. Faktor-faktor yang mendukung kreativitas meliputi stimulus visual yang menarik dari balok, pendekatan pembelajaran melalui bermain, kolaborasi dalam kelompok, serta fleksibilitas balok itu sendiri. Namun, terdapat pula faktor penghambat seperti keterbatasan jumlah dan variasi balok, tingkat imajinasi anak yang beragam, aspek sosial-emosional individu, dan kompleksitas tugas yang diberikan. Upaya guru dalam mengatasi kendala ini mencakup penyediaan variasi bahan yang lebih banyak, pemberian waktu eksplorasi yang cukup, penciptaan lingkungan yang kondusif untuk eksperimen, fasilitasi interaksi positif, serta dorongan untuk berbagi dan belajar bersama.
Implementation of Contextual Learning Strategies in Islamic Religious Education Subjects at Madrasah Aliyah Allu Bilu, Nurahdillah Morra; U, Usman; Alwi, Besse Marjani
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18248911

Abstract

This study aims to examine the implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) in Islamic Religious Education (PAI) subjects, particularly at Madrasah Aliyah Allu. Amidst the challenges of 21st-century education that demand life skills mastery, learning practices in Indonesia are often still conventional and teacher-centered. This study uses a qualitative approach with a library research method to gather information from various scientific references. The results show that the implementation of CTL at MA Allu is carried out by integrating core components such as inquiry, questioning, learning communities, and modeling in PAI materials such as Fikih Muamalah. The application of this strategy has proven effective in increasing students' motivation, critical thinking skills, and the quality of their worship practices. However, the main challenges faced include limited time allocation, the dominance of cognitive evaluation that does not fully utilize authentic assessment, and obstacles in changing students' passive learning habits. This study concludes that institutional support, teacher training, and utilization of the surrounding environment are crucial for making PAI learning more meaningful and relevant to real life.
Mempersiapkan Guru Pada Strategi Pembelajaran  Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Haqq, Shirny Fathanal; Usman; Alwi, Besse Marjani
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18245265

Abstract

Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran merupakan tuntutan penting dalam menghadapi pendidikan abad ke-21. Keberhasilan integrasi TIK tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi sangat bergantung pada kesiapan dan kompetensi guru dalam merancang serta mengelola strategi pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep strategi pembelajaran berbasis TIK, tujuan pengintegrasian TIK dalam pembelajaran, pendekatan pembelajaran berbasis TIK, serta hambatan implementasinya, sekaligus menganalisis praktik penerapan pembelajaran berbasis TIK melalui studi mini research di SMP Integral Persada Tamalatea. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan strategi pembelajaran berbasis TIK yang meliputi strategi pengorganisasian, penyampaian, dan pengelolaan pembelajaran sesuai dengan teori Pitoyo Yuliatmojo. Pembelajaran berbasis proyek digital mampu mendorong literasi digital, kolaborasi, dan keterampilan komunikasi siswa. Namun, implementasi pembelajaran belum berjalan optimal akibat keterbatasan perangkat, koneksi internet yang tidak stabil, serta keterbatasan alokasi waktu pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan guru dalam pembelajaran berbasis TIK sudah cukup baik, tetapi memerlukan dukungan fasilitas, kebijakan sekolah, dan penguatan infrastruktur agar integrasi TIK dapat berdampak maksimal terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Penerapan Strategi Pembelajaran Tematik di Madrasah Ibtidaiyah Al Bashirah Manggala Kota Makassar Furkan, Muhammad; Alwi, Besse Marjani; Usman
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18245350

Abstract

Pembelajaran tematik merupakan salah satu pendekatan pembelajaran terpadu yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, landasan teoretis, prinsip, model, serta implementasi strategi pembelajaran tematik di Madrasah Ibtidaiyah, khususnya di MI Al Bashirah Manggala, Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran tematik memiliki landasan teoretis yang kuat dari teori perkembangan kognitif Piaget, teori pembelajaran bermakna Ausubel, konstruktivisme, serta teori kecerdasan majemuk Gardner. Implementasi pembelajaran tematik di MI Al Bashirah Manggala telah berjalan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, meskipun masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan sarana dan kreativitas guru dalam perencanaan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru dan dukungan institusional untuk mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran tematik.
Strategi Self-Directed Learning dalam Pendidikan Agama Islam: Studi Kasus Diferensiasi Implementasi pada Siswa Jurusan AKL dan TKJ di SMK Persada Tamalatea Haqq, Zidny Irfanal; Alwi, Besse Marjani; Usman
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18245379

Abstract

Transformasi pendidikan dalam era Kurikulum Merdeka menuntut pergeseran paradigma menuju pendekatan pembelajaran yang memberdayakan peserta didik, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental tunggal ini bertujuan untuk menganalisis diferensiasi implementasi strategi self-directed learning (SDL) pada siswa jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Persada Tamalatea. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Temuan penelitian mengungkapkan diferensiasi signifikan dalam respons dan kebutuhan pembelajaran: siswa TKJ menunjukkan adaptabilitas tinggi dalam eksplorasi digital mandiri, sementara siswa AKL memerlukan scaffolding yang lebih terstruktur dan kontekstual. Faktor penentu utama yang mempengaruhi diferensiasi ini adalah habitus kejuruan dan tingkat literasi digital peserta didik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi SDL dalam PAI sangat bergantung pada kapasitas pendidik untuk menerapkan diferensiasi pedagogis yang responsif terhadap konteks kejuruan, melampaui pendekatan satu-untuk-semua. Implikasi studi ini menyoroti perlunya pengembangan model pendampingan yang adaptif dan kurikulum yang fleksibel guna mengakomodasi keragaman profil pembelajar dalam pendidikan agama.
Strategi Pembelajaran PAKEM Febrianti, Febi; Usman; Alwi, Besse Marjani
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Wacana Nusantara-Januri 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18288122

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis konsep, pelaksanaan, dan dampak strategi Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM). Latar belakangnya muncul dari kondisi pembelajaran di sekolah yang masih cenderung berpusat pada guru serta menitikberatkan pada hafalan. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada analisis literatur dari sejumlah penelitian dan sumber ilmiah terkait penerapan PAKEM di berbagai jenjang pendidikan. Analisis dilakukan dengan menelaah teori, karakteristik, faktor pendukung dan penghambat, serta bukti empiris mengenai efektivitas strategi tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAKEM menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam pembelajaran melalui kegiatan yang menumbuhkan partisipasi, kreativitas, dan suasana belajar yang menyenangkan. Implementasinya mencakup tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta asesmen berbasis kinerja. Faktor pendukung penerapan PAKEM meliputi dukungan kepala sekolah, pelatihan guru, serta keterlibatan masyarakat, sementara faktor penghambatnya mencakup keterbatasan fasilitas, pemahaman guru, dan resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran. Secara empiris, PAKEM terbukti meningkatkan motivasi, keaktifan, hasil belajar, keterampilan sosial, serta kepercayaan diri siswa. Dengan demikian, strategi PAKEM dapat dianggap sebagai pendekatan transformatif dalam rangka meningkatkan mutu proses belajar dan hasil yang dicapai di dunia pendidikan
Implementasi Strategi Pembelajaran Langsung dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Risman, Gufrah; Usman; Alwi, Besse Marjani
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Wacana Nusantara-Januri 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18288146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi strategi pembelajaran langsung dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, meliputi karakteristik, sintaks, kelebihan, dan keterbatasannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, mengumpulkan data dari berbagai referensi seperti buku, jurnal, dan sumber lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Strategi Pembelajaran Langsung merupakan model pembelajaran terstruktur dan sistematis yang efektif untuk Pendidikan Agama Islam, dengan karakteristik pembelajaran berpusat pada guru, fase terstruktur, pendekatan logis-deduktif, dan tujuan pembelajaran terukur. Penerapannya dilakukan melalui lima fase utama: menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, mempresentasikan dan mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan, membimbing pelatihan dengan koreksi, mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, serta memberikan kesempatan latihan mandiri. Strategi ini efektif menyampaikan materi PAI yang bersifat normatif dan konseptual seperti rukun Islam, praktik ibadah, dan pembentukan akhlak mulia. Namun, memiliki keterbatasan berupa potensi siswa pasif, kurang melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi, kurang mengakomodasi keberagaman gaya belajar, dan keterbatasan dalam materi kompleks abstrak. Oleh karena itu, implementasinya perlu dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan karakteristik materi, kebutuhan siswa, dan tujuan pembelajaran.