Westernisasi melalui arus media global dan budaya populer berkontribusi pada perubahan gaya komunikasi dan penggunaan bahasa di kalangan Generasi Z, terutama dalam pemilihan kosakata, bentuk ekspresi, dan pola interaksi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak westernisasi terhadap gaya komunikasi dan bahasa Generasi Z serta menjelaskan faktor pendorong dan bentuk manifestasinya dalam praktik komunikasi sehari-hari, baik luring maupun daring. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pada interaksi di media sosial, dan telaah dokumentasi berupa jejak percakapan digital yang relevan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola dominan, variasi konteks, serta makna sosial yang menyertai penggunaan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penggunaan campur kode (khususnya bahasa Inggris–Indonesia), adopsi slang dan ungkapan populer, kecenderungan komunikasi ringkas berbasis simbol (emoji, meme), serta perubahan norma kesantunan menjadi lebih egaliter dalam konteks tertentu. Temuan juga mengindikasikan bahwa identitas, kebutuhan afiliasi sosial, dan algoritma platform memperkuat penyebaran pola bahasa tersebut. Studi ini berkontribusi pada pemahaman sosiolinguistik kontemporer tentang dinamika bahasa remaja dan memberikan implikasi bagi pendidikan literasi bahasa, etika komunikasi digital, serta strategi penguatan bahasa Indonesia tanpa menafikan kompetensi global Generasi Z.
Copyrights © 2026