Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INTERNET CULTURE AND E-LIFESTYLE: PENERAPAN KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI DI MEDIA BARU DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN NASIONAL Afdoli Ramadoni, Muhamad; Nuha Nabila Aswari; Abu Hanifah; Muhammad Zainuddin Nawi; Titin Yenni; Kurniati Rezki Fitra
AT-TANZIR: JURNAL ILMIAH PRODI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM Vol. 15, No. 1 (Juni 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/tanzir.v15i1.2238

Abstract

In the era of globalization, communication technology is developing rapidly. This started with the discovery of the first technology that had an influence on human life. These technological advances have changed little by little the lifestyle and behavior of our society. The internet continues to develop until finally it gives birth to new media which refers to emphasizing cultural forms and contexts in computers. In Indonesia, the development of information and communication technology is growing rapidly. The role of society is very large in technological development. Technology shapes individuals in various ways of thinking, behaving in society and ultimately technology directs humans to move from one century to another. Technological developments have brought major changes to human behavior, both in the political, social, economic and even cultural fields. In this case, researchers try to determine the formation of public information and the massification of information as a result of technological developments which ultimately give rise to new media. This research analyzes using the theory of Socio-Cultural Change. Communication and technology are one of the factors that influence socio-cultural change. Social change has three dimensions, namely: structural, cultural and interactional. First, the structural dimension refers to changes in the structure of society. Second, the cultural dimension refers to cultural changes in society. Third, the interactional dimension refers to changes in social relations in society. The research results show that humans use the concept of new technology to refer to the emergence of a technology that has an important impact on social life. Technology becomes an instrument to achieve goals. In the end, the existence of technology is used as a tool to achieve the goals of human life.
Implementasi KUR Dalam Pembiayaan Umkm Di Bank Sumsel Babel Cabang Syariah Palembang: Penelitian Septiamsyah; Rulitawati, Rulitawati; Muhammad Zainuddin Nawi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6056

Abstract

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia karena kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Namun, perkembangan UMKM masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses terhadap pembiayaan formal dari lembaga perbankan. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah hadir sebagai solusi untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi KUR Syariah dalam pembiayaan UMKM di BSB Cabang Syariah Palembang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya, serta mengevaluasi dampaknya terhadap perkembangan usaha pelaku UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KUR Syariah di BSB Cabang Syariah Palembang telah berjalan sesuai dengan prinsip syariah dan prosedur perbankan melalui tahapan pengajuan pembiayaan, analisis kelayakan usaha, survei lapangan, penentuan akad, hingga pemantauan pembiayaan. Program ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM, terutama dalam peningkatan modal kerja, kapasitas produksi, serta stabilitas usaha. Faktor pendukung utama dalam implementasi KUR Syariah adalah adanya subsidi margin dari pemerintah, komitmen bank dalam menerapkan prinsip syariah, serta tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan halal. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan antara lain fluktuasi pendapatan usaha nasabah, rendahnya literasi keuangan, serta keterbatasan dalam pencatatan keuangan usaha. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pendampingan dan edukasi keuangan bagi pelaku
Dampak Westernisasi terhadap Gaya Komunikasi dan Praktik Berbahasa Generasi Z M. Rizky Saputra; Muhammad Zainuddin Nawi; Yuslaini
Tanwiruna: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2026): Tanwiruna: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan (Januari)
Publisher : CV. Jalan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65793/j.tanwiruna.2026.34

Abstract

Westernisasi melalui arus media global dan budaya populer berkontribusi pada perubahan gaya komunikasi dan penggunaan bahasa di kalangan Generasi Z, terutama dalam pemilihan kosakata, bentuk ekspresi, dan pola interaksi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak westernisasi terhadap gaya komunikasi dan bahasa Generasi Z serta menjelaskan faktor pendorong dan bentuk manifestasinya dalam praktik komunikasi sehari-hari, baik luring maupun daring. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pada interaksi di media sosial, dan telaah dokumentasi berupa jejak percakapan digital yang relevan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola dominan, variasi konteks, serta makna sosial yang menyertai penggunaan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penggunaan campur kode (khususnya bahasa Inggris–Indonesia), adopsi slang dan ungkapan populer, kecenderungan komunikasi ringkas berbasis simbol (emoji, meme), serta perubahan norma kesantunan menjadi lebih egaliter dalam konteks tertentu. Temuan juga mengindikasikan bahwa identitas, kebutuhan afiliasi sosial, dan algoritma platform memperkuat penyebaran pola bahasa tersebut. Studi ini berkontribusi pada pemahaman sosiolinguistik kontemporer tentang dinamika bahasa remaja dan memberikan implikasi bagi pendidikan literasi bahasa, etika komunikasi digital, serta strategi penguatan bahasa Indonesia tanpa menafikan kompetensi global Generasi Z.
Integrating FIRO and AIDDA in Volunteer-Based Interpersonal Communication: A Socio-Spiritual Empowerment Model for Street Children Ramadoni, Muhamad Afdoli; Ahmad Jumhan; Muhammad Zainuddin Nawi; Abu Hanifah; Titin Yenni; Ayu Munawwaroh
Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 19 No. 1 (2026): Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijpmi.v19i1.29616

Abstract

Street children remain one of the major social problems in urban areas, particularly due to their limited access to education, social support, and psychological empowerment. Previous studies on street children have predominantly focused on social welfare, education, and government intervention, while paying limited attention to the role of interpersonal communication in volunteer-based community empowerment. This study aims to analyze how the South Sumatra Children's Volunteer Community (Relawan Anak Sumatera Selatan/RASS) practices interpersonal communication to empower street children in Palembang City. The novelty of this research lies in its application of the Fundamental Interpersonal Relationship Orientation (FIRO) theory to volunteer communication practices with marginalized children. This study employed a qualitative case study approach. Research was conducted at three locations: Baiturrahman Mosque, Jalan Kanan RT/RW 007/0014-5 Ulu Kertapati, Palembang; and the RASS Secretariat, located on Jalan Demang Lebar Daun, Ilir Barat I District, Palembang City. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that interpersonal communication established by RASS volunteers plays a significant role in fostering self-confidence, social belonging, and emotional attachment among street children. The communication process reflects the three dimensions of FIRO theory: inclusion, control, and affection. Volunteers encourage children to feel accepted within a supportive community, develop positive social interactions, and build emotional connectedness that strengthens their motivation and self-empowerment. This study contributes to the development of community communication studies by demonstrating that interpersonal communication can function not only as a medium of interaction but also as a transformative strategy for social empowerment among marginalized groups.