Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana persepsi guru sekolah dasar terhadap pelaksanaan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dalam konteks Kurikulum Merdeka. Pembelajaran berbasis STEAM dipandang penting karena dapat menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kerja sama di antara peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa angket survei dengan skala Likert empat poin, data diperoleh melalui menyebar survei secara online melalui google from yang dirancang untuk menilai persepsi guru pada aspek pemahaman konsep STEAM, kesiapan pelaksanaan, dukungan sarana dan prasarana, serta manfaat pembelajaran bagi siswa. Responden penelitian terdiri atas guru-guru sekolah dasar dari berbagai sekolah yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki pandangan positif terhadap pembelajaran STEAM, terutama dalam hal peningkatan kreativitas siswa dan kesesuaian dengan tuntutan keterampilan abad ke-21. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan bagi guru, serta tantangan dalam mengintegrasikan antar bidang pelajaran. Hasil pembahasan menekankan bahwa dukungan kelembagaan dan peningkatan kompetensi profesional guru berperan penting dalam keberhasilan penerapan STEAM. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya program pelatihan berkelanjutan, penyediaan sarana pendukung, serta pengembangan panduan praktis agar implementasi pembelajaran STEAM di sekolah dasar dapat berjalan lebih optimal dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026