Penyakit Rempe merupakan penyakit yang disebabkan oleh pergantian musim atau kondisi cuaca yang buruk, dengan gejala utama berupamunculnya ruam kemerahan pada seluruh bagian tubuh penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengetahuan tradisional masyarakat mengenai pengobatan penyakit Rempe, serta menguraikan proses pelaksanaan pengobatan tersebut di Desa Ondoke, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datamelalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan tradisional penyakit Rempe terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap awal, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Pada tahap awal, pihak keluarga pasien terlebih dahulu memberitahukan kepada dukun waktu yang dianggap baik untuk melakukan pengobatan. Selanjutnya, keluarga menyiapkan air mineral (air aqua) yang kemudian dibacakan mantra oleh dukun. Setelah itu, air tersebut langsung diberikan kepada penderita dengan tujuan untuk mengeluarkan penyakit dari dalam tubuh. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan ramuan tradisional yang berasal dari beberapa jenis tumbuhan, seperti daun tomat (roo ntamate), daun jawa (kambadhawa), dan biji labu kuning (ghonuno labu). Adapun padatahap akhir, pengobatan dilakukan dengan menggunakan santan kelapa yang digunakan untuk memandikan penderita. Tujuan dari tahapanini adalah untuk menghaluskan kulit dan membersihkan bekas bintik-bintik yang terdapat pada tubuh penderita.
Copyrights © 2025