Dinamika Dinasti Abbasiyah (750–1258 M) dengan menempatkan masa keemasan Baghdad dan proses keruntuhan dinasti dalam satu kerangka yang terpadu. Fokus kajian diarahkan pada tiga aspek utama, yakni: (1) faktor-faktor sosial-politik yang melatarbelakangi lahirnya Abbasiyah setelah menggulingkan Umayyah; (2) pendorong kemajuan peradaban Abbasiyah yang menjadikan Baghdad pusat ilmu pengetahuan, ekonomi, dan budaya; serta (3) penyebab kemunduran yang bersifat internal maupun eksternal hingga puncaknya pada kehancuran Baghdad oleh bangsa Mongol tahun 1258 M. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, DOAJ, dan Garuda menggunakan kata kunci terkait Abbasiyah, masa keemasan Islam, dan Baghdad 1258. Dari ±120 dokumen yang teridentifikasi, tersaring ±65 pada tahap screening, ±35 memenuhi kelayakan, dan 25 sumber utama dianalisis menggunakan analisis isi tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemajuan Abbasiyah dibangun oleh pemerintahan terpusat, birokrasi multietnis, stabilitas ekonomi-perdagangan, serta institusi keilmuan seperti Bayt al-Hikmah. Namun, faktor internal berupa konflik elite, melemahnya otoritas khalifah, dominasi militer, korupsi, dan disintegrasi wilayah memperlemah ketahanan negara, sehingga tekanan eksternal terutama ekspansi Mongol mempercepat keruntuhan. Kajian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemajuan intelektual dan ketahanan politik-militer dalam menjaga keberlanjutan peradaban.
Copyrights © 2026