Alam semesta merupakan entitas kompleks yang senantiasa menjadi objek kajian lintas disiplin, mulai dari fisika, astronomi, hingga filsafat dan teologi. Meskipun ilmu pengetahuan modern terus berupaya mengungkap rahasia penciptaannya, hakikat dan asal-usul alam semesta masih menjadi misteri dan bahan perdebatan mendalam. Dalam tradisi filsafat Islam, konsep penciptaan alam semesta melalui teori emanasi menjadi salah satu pendekatan metafisik yang signifikan. Artikel ini membahas konsep emanasi dari perspektif dua filsuf besar Islam: Al-Farabi dan Ibnu Sina. Keduanya menolak pandangan ex nihilo dan menggagas bahwa alam tercipta dari pancaran Ilahi secara bertingkat melalui proses intelektual murni. Al-Farabi menyusun skema hierarkis emanasi dari Tuhan sebagai Wujud Niscaya hingga terbentuknya dunia materi, sementara Ibnu Sina memperluas pemikiran ini dengan sistem metafisika yang lebih terstruktur dan rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis deskriptif untuk mengungkap pemikiran kedua tokoh tersebut. Dengan demikian, teori emanasi menjadi jembatan antara akal dan wahyu dalam memahami kosmos dalam bingkai tauhid dan rasionalitas filosofis Islam.
Copyrights © 2025