Pelecehan seksual merupakan bentuk kekerasan yang berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban, termasuk gangguan dalam pengambilan keputusan hidup. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran keluarga, khususnya motivasi yang diberikan keluarga dalam membantu korban pulih dan mengambil keputusan hidup yang lebih sehat dan produktif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran motivasi keluarga memengaruhi pengambilan keputusan hidup korban pelecehan seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana motivasi keluarga membantu korban dalam proses pengambilan keputusan pascakejadian traumatis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan terhadap Klien B, seorang korban pelecehan seksual yang berada di Sentra Budi Perkasa Palembang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi keluarga, yang mencakup dukungan emosional, dorongan semangat, dan komunikasi efektif, berperan penting dalam proses pemulihan psikologis klien. Dukungan keluarga membantu klien meningkatkan rasa percaya diri, mengurangi trauma, serta mengambil keputusan yang lebih mandiri dan positif terkait masa depannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa motivasi keluarga merupakan faktor eksternal yang sangat berpengaruh dalam pemulihan dan pengambilan keputusan hidup korban pelecehan seksual, khususnya dalam membangun kembali kepercayaan diri dan harapan akan masa depan.
Copyrights © 2025