Perkembangan teknologi membawa manfaat dalam kehidupan sehari-hari, namun juga memunculkan tantangan baru seperti fenomena cyberbullying. Cyberbullying merupakan bentuk kekerasan melalui media digital yang dapat menyebabkan gangguan psikologis, psikososial, dan akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami lebih lanjut mengenai dampak cyberbullying terhadap gangguan kecemasan remaja. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan membaca dan mengumpulkan data dari berbagai jurnal, buku, dan sumber yang sesuai dengan subjek. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja yang menjadi korban cyberbullying cenderung mengalami gejala kecemasan yang lebih tinggi, yang dapat berujung pada masalah kesehatan mental jangka panjang seperti depresi dan isolasi sosial. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan orang tua, pendidik, stakeholders serta masyarakat dalam upaya pencegahan melalui pendidikan dan kesadaran dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman. Pencegahan dan penanganan cyberbullying dalam hal ini tentunya memerlukan pendekatan kolaboratif untuk menciptakan lingkungan digital yang bijak. Peran guru Bimbingan dan Konseling penting dalam memberikan dukungan psikologis melalui pendekatan seperti Art Therapy, yang membantu remaja mengekspresikan emosi dan mengurangi kecemasan. Selain itu, layanan informasi, penguatan keterampilan sosial-emosional, dan pelatihan keterampilan digital perlu dilakukan secara kolaboratif dengan pendekatan berbasis budaya. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu korban cyberbullying untuk mengatasi kecemasannya.
Copyrights © 2025