Proses turunnya Al-Qur’an merupakan salah satu topik penting dalam kajian Ulumul Qur’an yang telah menjadi bahan perdebatan di kalangan ulama sejak masa klasik hingga kontemporer. Terdapat beragam pendapat mengenai bagaimana wahyu diturunkan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Mayoritas ulama berpendapat bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahap: dari Lauh al-Mahfuz ke Bait al-‘Izzah di langit dunia, kemudian secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Namun, sebagian ulama menolak tahap pertama ini dan menyatakan bahwa wahyu langsung diturunkan kepada Nabi. Selain itu, pendekatan spiritual dan filosofis juga muncul dari kalangan sufi dan pemikir modern yang melihat wahyu sebagai fenomena ruhani yang berproses dalam jiwa Nabi. Artikel ini bertujuan menguraikan ragam pandangan tersebut, menganalisis dalil-dalil yang digunakan, serta mengeksplorasi implikasi epistemologis dari masing-masing pendekatan. Studi ini menunjukkan bahwa perbedaan pendapat ini mencerminkan kekayaan tradisi intelektual Islam dalam memahami wahyu, baik dari sisi tekstual, spiritual, maupun historis.
Copyrights © 2025