Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres terhadap perilaku emotional eating pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan tugas akhir di Kota Medan. Mahasiswa pada fase ini kerap mengalami tekanan akademik, emosional, dan sosial yang tinggi, terutama bagi mereka yang merantau. Emotional eating, yaitu kecenderungan makan sebagai respons terhadap emosi negatif alih-alih rasa lapar fisik, menjadi salah satu respons umum terhadap stres. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 300 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Perceived Stress Scale (PSS) dan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres berpengaruh secara signifikan terhadap emotional eating (p < 0,05), dengan kontribusi sebesar 6,3%. Artinya, semakin tinggi tingkat stres, semakin besar kecenderungan mahasiswa mengalami emotional eating, meskipun pengaruhnya tergolong rendah. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi psikologis yang tidak hanya berfokus pada manajemen stres, tetapi juga pada faktor-faktor lain yang turut memengaruhi pola makan emosional mahasiswa.
Copyrights © 2025