Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Stres Infertilitas pada Istri yang Belum Memiliki Keturunan Della Tia Gusman; Hasnida Hasnida; Rahma Fauzia
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i4.3922

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran stres infertilitas pada istri yang belum memiliki keturunan dengan populasi penelitian sebanyak 102 subjek. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dalam bentuk google forms dengan menggunakan alat ukur The Copenhagen Multi-Centre Psychosocial Infertility (COMPI) Fertility Problem Stress Scale. Hasil penelitian ini menunjukkan subjek didominasi memiliki stres infertilitas kategori rendah pada rentang usia 20 -27 tahun sebanyak 12 subjek (11.8%) dan rentang usia 28-40 tahun sebanyak 14 subjek (13.7%) dalam usia pernikahan 1 tahun. Pada kategori stres infertilitas sedang terdapat rentang usia 20 -27 tahun sebanyak 3 subjek (2.9%) dan usia 28-40 tahun sebanyak 8 subjek (7.8%) dalam usia pernikahan 3 tahun. Terdapat pula 1 subjek (1%) yang memiliki stres infertilitas kategori tinggi berada pada rentang usia 20-27 tahun dalam usia pernikahan 3 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar stres infertilitas pada istri yang belum memiliki keturunan berada pada kategori rendah.
Pengaruh Stres Terhadap Emotional Eating Pada Mahasiswa Yang Sedang Mengerjakan Tugas Akhir Rafiq Tri Belan Harjuna; Hasnida Hasnida; Rahma Fauzia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres terhadap perilaku emotional eating pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan tugas akhir di Kota Medan. Mahasiswa pada fase ini kerap mengalami tekanan akademik, emosional, dan sosial yang tinggi, terutama bagi mereka yang merantau. Emotional eating, yaitu kecenderungan makan sebagai respons terhadap emosi negatif alih-alih rasa lapar fisik, menjadi salah satu respons umum terhadap stres. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 300 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Perceived Stress Scale (PSS) dan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres berpengaruh secara signifikan terhadap emotional eating (p < 0,05), dengan kontribusi sebesar 6,3%. Artinya, semakin tinggi tingkat stres, semakin besar kecenderungan mahasiswa mengalami emotional eating, meskipun pengaruhnya tergolong rendah. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi psikologis yang tidak hanya berfokus pada manajemen stres, tetapi juga pada faktor-faktor lain yang turut memengaruhi pola makan emosional mahasiswa.