Penelitian ini bertujuan untuk meninjau atribusi konsep diri pada anak putus sekolah di SMK Negeri 1 Paguyaman Pantai. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana siswa yang tidak melanjutkan pendidikan membentuk persepsi terhadap dirinya sendiri serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mereka untuk berhenti sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kategori konsep diri yang dialami oleh siswa putus sekolah, yaitu konsep diri negatif dan konsep diri positif. Siswa dengan konsep diri negatif cenderung merasa rendah diri, pesimis terhadap masa depan, dan menganggap dirinya gagal. Sementara itu, sebagian siswa tetap memiliki konsep diri positif, percaya diri, dan yakin bisa meraih kesuksesan melalui jalur nonformal seperti bekerja atau berwirausaha. Faktor utama penyebab putus sekolah adalah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas serta pengaruh pergaulan bebas. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam menangani kasus siswa putus sekolah masih terbatas, yaitu dengan melakukan kunjungan ke rumah dan berkomunikasi langsung dengan orang tua siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk membentuk konsep diri yang positif serta menekan angka putus sekolah.
Copyrights © 2025