Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pemberdayaan organisasi pkk melalui program pelestarian lingkungan hidup di desa olilan kecamatan walea kepulauan kabupaten tojo una-una. Permasalahan dalam kesejahteraan keluarga yaitu Pendidikan, Kesehatan, Sosial Budaya, Lingkungan, Ekonomi, dan Hukum Kemandirian masyarakat adalah wujud dari pengembangan kemampuan ekonomi daerah untuk menciptakan kesejahteraan dan memperbaiki material secara adil dan merata yang ujungnya berpangkal pada pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat sendiri berdiri pada satu pemikiran bahwa pembangunan akan berjalan dengan sendirinya apabila masyarakat diberi hak mengelola sumberdaya alam yang mereka miliki dan menggunakannya untuk pembangunan masyarakatnya. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif dengan 3 fokus penelitian yaitu pemerintah sebagai Program pelestarian lingkungan, keterbatasan sumber daya, partisipasi masyarakat. Sumber data yang digunakan ialah data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan belum dioptimalkan sebagai suatu sistem yang melibatkan edukasi, implementasi, dan evaluasi secara berkelanjutan. Dibutuhkan dukungan dari pemerintah desa dan lembaga terkait untuk memperkuat program ini, termasuk penyediaan anggaran khusus, pelatihan berkelanjutan, dan pemantauan pelaksanaan program agar dampak positifnya bisa dirasakan secara luas. pemberdayaan ini masih terkonsentrasi pada beberapa anggota saja dan belum merata ke seluruh anggota PKK maupun masyarakat luas. Hal ini menimbulkan tantangan dalam menciptakan efek domino agar seluruh lapisan masyarakat merasa ikut memiliki program pelestarian lingkungan dan terlibat secara aktif. Untuk itu, perlu dibuat program pemberdayaan yang lebih inklusif dan berkesinambungan, termasuk pelatihan berkala, pendampingan, dan penyediaan sarana yang mendukung kegiatan lingkungan, partisipasi ini masih belum merata. Masih ada sebagian warga yang belum aktif berkontribusi dalam kegiatan karena beberapa alasan, seperti kesibukan urusan rumah tangga, pekerjaan, kurangnya informasi, serta motivasi yang belum kuat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pendekatan program yang hanya bersifat seremonial atau insidental belum cukup untuk menggerakkan seluruh masyarakat.
Copyrights © 2025