Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut kemasan yang paling disukai konsumen terhadap produk olahan labu kuning berupa brownies dengan merek Brownies Ndeso Kris Kris serta merancang kombinasi kemasan yang optimal. Penelitian dilakukan di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggunakan metode conjoint analysis dengan empat atribut kemasan: bentuk (slop tarik atas, slop tarik samping, buka normal atas), warna (putih-hitam-kuning cerah, putih-hitam-oranye cerah, putih-hitam-oranye pastel), bahan (duplex, kraft 365 gsm, ivory), dan label (1, 2, 3). Sebanyak 45 responden yang pernah membeli produk olahan labu kuning diminta menilai 9 kombinasi stimulus kemasan yang disusun secara orthogonal melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa label merupakan atribut yang paling berpengaruh terhadap preferensi konsumen (51,60%), diikuti warna (27,42%), bentuk (11,43%), dan bahan (9,54%). Konsumen paling menyukai kombinasi kemasan dengan bentuk slop tarik atas, warna putih-hitam-oranye pastel, bahan ivory, dan merk dagang, komposisi, tanggal kadaluarsa, identitas produsen, saran penyimpanan, legalitas produk (Label 3) yang memuat informasi lengkap. Rancangan ini dinilai menarik secara visual, praktis, aman, serta memenuhi standar informasi pangan. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh produsen Brownies Ndeso Kris Kris sebagai dasar pengambilan keputusan dalam merancang kemasan yang paling diminati konsumen, sehingga secara langsung dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing produk di pasar. dalam merancang kemasan yang sesuai preferensi konsumen guna meningkatkan daya saing produk. Keywords: kemasan, brownies labu kuning, preferensi konsumen, conjoint analysis
Copyrights © 2025