Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran informal musik dol di Sanggar Pesona Rumpun Pesisir Kota Bengkulu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan hambatan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses Pembelajaran dilakukan dengan mengajak anak-anak belajar berdasarkan minat dan bakat mereka. Pembelajaran dilaksanakan melalui pendekatan sistematis dan kerja tim, di mana materi yang diajarkan mencakup tiga pukulan dasar alat musik dol tamatam, suena, dan sueri. Tujuan dari pembelajaran ini adalah agar anak-anak dapat membangun teknik dasar sebelum mengembangkan karya musik yang lebih kompleks. Faktor pendukung internal terdiri dari pengurus, pelatih, dan yang berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dukungan eksternal dari pemerintah dan komunitas juga berperan penting dalam penyelenggaraan acara dan penyediaan alat musik. Namun, penelitian ini mengidentifikasi beberapa hambatan internal, seperti ketidakstabilan cuaca yang mempengaruhi latihan yang dilakukan di luar ruangan, serta kurangnya keterlibatan orang tua. Hambatan eksternal, seperti kondisi cuaca yang tidak menentu, juga dapat mengganggu kelancaran program. Dari hasil penelitian, disarankan agar Sanggar Pesona Rumpun Pesisir lebih aktif dalam menjalin kerjasama dengan pihak luar, mengembangkan program pelatihan yang lebih terstruktur, serta meningkatkan keterlibatan orang tua dan pemantauan rutin. Dengan mengikuti rekomendasi ini, diharapkan sanggar dapat terus berkontribusi pada perkembangan seni dan budaya lokal serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan generasi mendatang
Copyrights © 2025