Diabetes melitus menjadi salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi yang terus meningkat di Kabupaten Mesuji, sehingga upaya pengelolaan pada penyakit ini perlu untuk ditingkatkan agar dapat menekan angka kejadian pada penyakit tersebut. Penggunaan etnomedisin dalam terapi diabetes melitus telah menjadi alternatif dalam pengobatan konvensional di berbagai budaya. Tujuan: Untuk menggali informasi terkait jenis tumbuhan, bagian tumbuhan serta cara pengolahan tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat Antidiabetes oleh Masyarakat Desa Panggung Rejo Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif Kualitatif dengan menggunakan metode Snowball Samplingdalam proses penggalian informasi yaitu pemilihan sampel dilakukan melalui informan kunci yang dipilih berdasarkan pengetahuan dan pemahamannya dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi terstruktur pada Masyarakat Desa Panggung Rejo Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung sebanyak 12 orang responden. Hasil: Didapatkan 13 jenis spesies tumbuhan yang digunakan sebagai obat Antidiabetes, tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah tumbuhan Pandan dan jahe (14%). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan yaitu bagian daun (62%), buah (15%), rimpang (15%) dan batang (8%). Cara Pengolahan tumbuhan yang diterapkan oleh Masyarakat yaitu dengan cara direbus (77%) diblender (15%) dan diparut (8%). Kesimpulan: Secara ilmiah, tumbuhan-tumbuhan tersebut terbukti mengandung senyawa bioaktif yang berperan dalam menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, menghambat enzim pencernaan karbohidrat, serta melindungi sel β pankreas dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Copyrights © 2025