Paparan radiasi ultraviolet berlebih dapat menyebabkan berbagai masalah kulit seperti eritema, sehingga diperlukan tabir surya alami yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi krim tabir surya kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dan kulit jeruk manis (Citrus x aurantium L.) yang mengandung senyawa bioaktif sebagai antioksidan dan pelindung UV. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, yaitu perendaman simplisia dalam etanol 96% selama 3 hari pada suhu ruang dengan pengadukan sesekali. Tiga formula krim (F1, F2, F3) dikembangkan dengan variasi konsentrasi ekstrak kombinasi. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa semua formula stabil secara fisik dan memenuhi persyaratan sediaan topikal. Nilai SPF tertinggi terdapat pada formula 1 sebesar 48,8 proteksi ultra, formula 2 sebesar 24,2, dan formula 3 sebesar 22,3. Dapat disimpulkan bahwa formula 1 dengan konsentrasi ekstrak tertinggi daun kelor 3% dan kulit jeruk manis 7% merupakan formula paling efektif dalam memberikan perlindungan terhadap sinar UV, dan kombinasi ekstrak daun kelor serta kulit jeruk manis memiliki potensi besar sebagai bahan aktif alami dalam formulasi krim tabir surya.
Copyrights © 2025