Pendidikan Islam memerlukan pendekatan yang efektif untuk membentuk karakter dan perilaku peserta didik, salah satunya melalui teori belajar behavioristik yang menekankan hubungan stimulus dan respon. Meskipun banyak digunakan, penerapan teori ini dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya kreativitas siswa dan kurang optimalnya penguatan yang mendukung perubahan perilaku positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi teori behavioristik dalam pembelajaran PAI serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. Jenis penelitian adalah kepustakaan (library research) dengan teknik analisis konten. Data dikumpulkan dari sumber-sumber tertulis terkait teori behavioristik dan pembelajaran PAI, kemudian dianalisis secara sistematis. Hasil menunjukkan bahwa teori behavioristik efektif dalam membentuk perilaku dan disiplin siswa, namun cenderung membatasi ruang kreativitas dan inovasi. Kendala utama meliputi kurangnya motivasi guru dan fasilitas yang memadai. Kesimpulan, teori ini relevan untuk diterapkan, tetapi perlu dikombinasikan dengan pendekatan lain agar proses pembelajaran lebih menyenangkan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025