Diare merupakan penyebab kematian kedua terbanyak setelah pneumonia pada balita di Indonesia. Swamedikasi yang tidak tepat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang serius, sehingga pengetahuan ibu mengenai diare dan pengobatan mandiri menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan praktik swamedikasi diare pada balita di Dukuh Manggal Telo, Purwodadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 30 ibu yang memiliki balita, dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang meliputi data demografis, pengetahuan tentang diare, dan praktik swamedikasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan tentang diare (p = 0,010) serta antara tingkat pendidikan dengan praktik swamedikasi (p = 0,000). Pengetahuan ibu tentang swamedikasi diare tergolong baik, sedangkan praktik swamedikasi tergolong cukup. Jenis obat yang paling banyak digunakan dalam swamedikasi adalah Lacto B, Zinkid, dan Oralit. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi ibu dalam menangani diare balita secara mandiri namun tepat.
Copyrights © 2025