Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang terjadi akibat masuknya mikroorganisme, seperti bakteri atau virus, ke dalam saluran kemih, dengan gejala seperti nyeri saat berkemih, demam, dan nyeri di area pinggang. Kasus ISK di Indonesia mengalami peningkatan mencapai 5-15%. Antibiotik menjadi terapi utama dalam pengobatan ISK, tetapi penggunaan yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi dan meningkatkan biaya pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas antibiotik pada pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif secara retrospektif dengan teknik total sampling. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat inap dengan infeksi saluran kemih berusia ≥18-65 tahun yang menerima terapi antibiotik pada tahun 2023-2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat rasional pada pasien ISK sebanyak 20 pasien (71,42%). Ketidakrasional terdapat pada kategori IIA (tidak tepat dosis) sebanyak 3 pasien (10,71%) dan kategori IVA (terdapat antibiotik lebih efektif) sebanyak 5 pasien (17,85%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah penggunaan antibiotik pada pasien ISK di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung sebagian besar telah dilakukan secara rasional, sehingga dapat membantu dalam mengurangi kejadian resistensi antibiotik.
Copyrights © 2025