Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan dan penyebab kematian utama di negara maju maupun negara berkembang. Penyakit hipertensi tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol melalui pengobatan dan perubahan gaya hidup. Tingkat pengetahuan penyakit hipertensi yang baik akan berpengaruh pada sikap kepatuhan penggunaan obat. Pemilihan lokasi penelitian di Puskesmas Sukoharjo didasarkan pada tingginya jumlah kasus hipertensi yang tercatat setiap tahun serta masih rendahnya tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi obat, sehingga wilayah ini dianggap representatif untuk mengevaluasi keterkaitan antara pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan terhadap penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan HFQ (Hypertension Fact Quisionnare) menghasilkan kategori sedang (64%) dan kuesioner kepatuhan MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) menghasilkan kategori sedang (64%) dengan besar sampel 100 responden. Hasil analisis hubungan antara variabel tingkat pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan terhadap penggunaan obat antihipertensi didapatkan dengan nilai p value 0,068 yang menunjukkan tidak adanya hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan terhadap penggunaan obat antihipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan terhadap penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Kata Kunci: Hipertensi, Pengetahuan, Kepatuhan, Penggunaan Obat Hypertension remains a significant health problem and is a leading cause of death in both developed and developing countries. Although hypertension cannot be cured, it can be controlled through medication and lifestyle changes. A good level of knowledge about hypertension can influence patients' adherence to antihypertensive medication. Sukoharjo Public Health Center was chosen as the research site due to its high number of hypertension cases reported annually and the observed low adherence among patients in undergoing treatment, making it a representative location to evaluate the correlation between patients’ knowledge and adherence. The aim of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and the level of adherence to antihypertensive drug use at Sukoharjo Public Health Center, Pringsewu Regency in. This research used a cross-sectional design, with data collected using the Hypertension Fact Questionnaire (HFQ) to assess knowledge resulting in a moderate category (64%) and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) resulting in a moderate category (64%) to measure medication adherence with a sample size of 100 respondents. The relationship analysis between knowledge and adherence levels showed a p-value of 0.068, indicating that there was no significant correlation between knowledge level and adherence to antihypertensive drug use. The conclusion of this study is that there is no significant relationship between knowledge and adherence to antihypertensive medication among patients at Sukoharjo Public Health Center, Pringsewu Regency in. Keywords: Hypertension, Knowledge, Adherence, Drug Use
Copyrights © 2025