Di era digital yang semakin kompetitif, strategi pemasaran tradisional semakin sulit untuk menghasilkan daya tarik yang signifikan terhadap konsumen. Oleh karena itu, banyak perusahaan beralih ke mekanisme personalisasi yang didukung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh personalisasi berbasis AI terhadap tiga variabel penting: sikap konsumen terhadap merek atau produk, minat beli, dan keputusan pembelian (buying behaviour). Model penelitian menggabungkan pendekatan Stimulus-Organism-Response (S-O-R) di mana stimulus berupa tingkat personalisasi AI, organism mencakup sikap dan minat konsumen, serta response berupa keputusan beli. Data diperoleh melalui survei kepada 300 responden pengguna platform e-commerce di Indonesia, dan dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa personalisasi berbasis AI secara signifikan berpengaruh positif terhadap sikap konsumen, yang selanjutnya memediasi pengaruh terhadap minat beli dan akhirnya keputusan pembelian. Namun demikian, ditemukan bahwa kekhawatiran privasi (privacy concern) dan persepsi intrusivitas moderasi mengurangi kekuatan pengaruh tersebut. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu menerapkan mekanisme personalisasi yang transparan dan menghargai kontrol konsumen agar strategi AI driven personalization dapat efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoritik dalam memperluas pemahaman mengenai hubungan antara personalisasi AI, sikap, minat, dan perilaku beli konsumen.
Copyrights © 2025