Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara tingkat kecemasan ibu baru dan dukungan suami mereka. Populasi yang diteliti dalam studi cross sectional ini menggunakan metodologi analitik observasional adalah ibu-ibu pada periode pascapersalinan antara 0-42 hari setelah melahirkan. Sampel diambil dengan metode purposive sampling yang melibatkan 42 ibu nifas sebagai responden. Kuesioner digunakan untuk pengumpulan data, dan metode uji Spearman Rho digunakan untuk analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari total 42 ibu nifas, terdapat 27 ibu nifas yang menerima dukungan dari suami, sedangkan 15 ibu nifas lainnya tidak mendapatkan dukungan suami. Persentase ibu yang baru melahirkan dengan dukungan dari suami yang bebas dari kecemasan adalah 22 responden dengan 81,5%, cemas ringan 3 responden yang setara dengan 11,1 %, dan cemas sedang 2 responden yang mencakup 7.4%. Di sisi lain, ibu nifas tanpa dukungan suami terdiri dari 4 responden yaitu 26,7% yang tidak mengalami kecemasan, 8 responden atau 53,3% yang merasakan cemas ringan, dan 3 responden atau 20,0% yang mengalami kecemasan sedang. Dengan nilai p-value 0,000 <0,05 dan nilai r sebesar -0,671, temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan antara dukungan suami dan kecemasan pascapersalinan pada ibu. Studi ini menyimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kekhawatiran seorang ibu setelah melahirkan dan dukungan dari suaminya. Kecemasan ibu menurun seiring dengan meningkatnya dukungan dari suami.
Copyrights © 2026