Background: Anemia in pregnant women remains a serious public health problem in Indonesia and contributes to the increased risk of pregnancy complications and maternal and infant mortality. Poor knowledge of anemia among pregnant women is a major contributing factor to this condition. Health education using simple media such as leaflets and posters is considered to have the potential to improve understanding and prevent anemia. Purpose: To increase knowledge, attitudes, and behavior of pregnant women about anemia using leaflets and posters as a means of preventing pregnancy complications. Method: A community service activity was conducted in December 2025 in the Labuhan Badas Community Health Center (Puskesmas) working area, targeting 26 pregnant women. The intervention consisted of providing health education through direct counseling using leaflets and posters, accompanied by discussion and question-and-answer sessions. Evaluation was conducted using a questionnaire to compare knowledge levels before (pre-test) and after education (post-test), as well as assessing pregnant women's attitudes and behaviors in response to anemia prevention measures. Results: A significant increase in the level of knowledge of pregnant women after education, with the level of knowledge in the good category increasing from 19.2% to 69.2%. The majority of pregnant women, 20 (76.9%), demonstrated good attitudes and behaviors regarding anemia prevention after the education activity. Conclusion: Anemia education activities for pregnant women using leaflets and posters have proven effective in increasing knowledge and fostering positive attitudes and behaviors related to anemia prevention. Increased understanding of the causes, effects, and prevention of anemia among pregnant women contributed to increased awareness of taking iron supplements, adopting a balanced nutritional diet, and utilizing antenatal care services regularly. Suggestion: Similar education needs to be conducted continuously and integrated into antenatal care services. Keywords: Anemia; Health education; Leaflets and posters; Pregnant women Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kehamilan serta kematian ibu dan bayi. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai anemia menjadi salah satu faktor utama terjadinya kondisi tersebut. Edukasi kesehatan menggunakan media sederhana seperti leaflet dan poster dinilai berpotensi meningkatkan pemahaman dan perilaku pencegahan anemia. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang anemia, sikap, dan perilaku ibu hamil dengan menggunakan media leaflet dan poster sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Badas dengan sasaran 26 ibu hamil. Intervensi yang dilakukan adalah berupa memberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan langsung menggunakan media leaflet dan poster, disertai sesi diskusi dan tanya-jawab. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk membandingkan tingkat pengetahuan sebelum (pre-test) dan sesudah edukasi (post-test), serta penilaian sikap dan perilaku ibu hamil dalam merespon tindakan pencegahan anemia. Hasil: Menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu hamil setelah edukasi, dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 19.2% menjadi 69.2%. Sebagian besar ibu hamil yaitu sebanyak 20 orang (76.9%) menunjukkan sikap dan perilaku dalam kategori baik dalam pencegahan anemia setelah kegiatan edukasi. Simpulan: Kegiatan edukasi anemia pada ibu hamil menggunakan media leaflet dan poster terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta membentuk sikap dan perilaku positif terkait pencegahan anemia. Peningkatan pemahaman ibu hamil mengenai penyebab, dampak, dan cara pencegahan anemia berkontribusi terhadap meningkatnya kesadaran untuk mengonsumsi tablet tambah darah, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta memanfaatkan pelayanan antenatal secara rutin. Saran: Edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam pelayanan antenatal care.
Copyrights © 2026