Journal of Public Health Concerns
Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns

Peningkatan pengetahuan tentang anemia dan pencegahannya pada ibu hamil

Karmi, Rudi (Unknown)
Hartati, Sri (Unknown)
Raiah, Almazeihan (Unknown)
Febrianti, Jihan (Unknown)
Yulianti, Gita Sapitri (Unknown)
Mahendra, Bobi (Unknown)
Azizah, Maulida (Unknown)
Yulianti, Fitri (Unknown)
Ramadan, Rafi Naufal (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Jan 2026

Abstract

Background: Anemia is a condition in which the number of red blood cells or the concentration of oxygen-carrying material (Hb) in the blood is insufficient to meet the body's physiological needs. Anemia in pregnant women occurs due to a lack of red blood cells, generally due to iron deficiency, which causes the mother to feel very tired, pale, dizzy, have a palpitation, and experience shortness of breath due to a reduced oxygen supply to the body and fetus. The WHO estimates that 40% of children aged 6–59 months, 37% of pregnant women, and 30% of women aged 15–49 years worldwide suffer from anemia. The prevalence of anemia among pregnant women in Indonesia remains high, with the latest data showing a figure of 27.7%. The level of knowledge of pregnant women about anemia also influences their attitudes and compliance with nutritional needs. Knowledge is one of the factors that stimulates or encourages the implementation of healthy behaviors. Purpose: To increase knowledge about anemia and its prevention among pregnant women. Method: Community service was held on Thursday, October 23, 2025 at the Obstetrics Clinic of Welas Asih Regional Hospital. This activity involved 28 pregnant women and their families as participants and was also attended by activity partners, namely stakeholders at the Obstetrics Clinic of Welas Asih Regional Hospital. Counseling was carried out offline (face-to-face) by delivering materials related to knowledge about anemia in pregnant women, the benefits of pregnancy exercises, the importance of nutritious food (iron), maintaining health with a balanced nutritional pattern, and knowledge about prevention and the impacts of anemia in pregnant women. The results of the activity were presented descriptively as an evaluation of the counseling activity based on observations during the activity. Results: Participants gained increased knowledge, understanding that anemia is caused by nutritional deficiencies. Participants understood that nutritious foods high in iron can prevent the risk of anemia. Participants also understood the importance of maintaining health by adopting a healthy lifestyle, doing prenatal exercises, and consistently consuming a balanced diet. Conclusion: Counseling activities for pregnant women were effective in increasing knowledge and understanding of anemia, as well as changing attitudes toward greater adherence to iron consumption as an effort to prevent anemia. Suggestion: It is recommended that families accompanying pregnant women be educated about anemia as a form of family support in preventing anemia in the community. Healthcare workers are also expected to motivate pregnant women to address anemia by ensuring balanced nutrition. Keywords: Anemia; Health education; Pregnant women Pendahuluan: Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Anemia pada ibu hamil terjadi karena kekurangan sel darah merah, umumnya akibat kekurangan zat besi, yang menyebabkan ibu merasa sangat lelah, pucat, pusing, jantung berdebar, dan sesak napas karena pasokan oksigen ke tubuh dan janin berkurang. WHO memperkirakan bahwa 40% anak-anak berusia 6–59 bulan, 37% wanita hamil, dan 30% wanita berusia 15–49 tahun di seluruh dunia menderita anemia. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tinggi, data terbaru menunjukkan angka 27.7%. Tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap anemia juga memberikan pengaruh pada sikap dan kepatuhan dalam pemenuhan kebutuhan gizinya. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang menstimulasi atau merangsang terhadap terwujudnya sebuah perilaku kesehatan. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang anemia dan pencegahannya pada ibu hamil. Metode: Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Oktober 2025 di Poli Kebidanan RSUD Welas Asih. Dalam kegiatan ini melibatkan 28 ibu hamil dan keluarga sebagai peserta serta dihadiri juga dari mitra kegiatan yaitu pemangku kepentingan yang berada di Poli Kebidanan RSUD Welas Asih. Penyuluhan dilakukan secara luring (tatap muka langsung) dengan menyampaikan materi terkait pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil, manfaat senam hamil, pentingnya makanan bergizi (zat besi), menjaga kesehatan dengan pola gizi seimbang, dan pengetahuan tentang pencegahan serta dampak yang ditimbulkan apabila terjadi anemia pada ibu hamil. Hasil kegiatan disampaikan secara deskriptif sebagai evaluasi kegiatan penyuluhan berdasarkan observasi selama kegiatan dilaksanakan. Hasil: Mendapatkan peningkatan pengetahuan dimana peserta memahami bahwa anemia ditimbulkan akibat adanya kekurangan asupan gizi, peserta memahami bahwa makanan bergizi dengan kandungan tinggi zat besi dapat mencegah risiko anemia, dan peserta juga memahami pentingnya menjaga kesehatan dengan menjalankan pola hidup sehat, melakukan senam hamil, dan konsisten mengkonsumsi asupan gizi seimbang. Simpulan: Kegiatan penyuluhan kepada ibu hamil secara efektif dalam memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang anemia, serta memberikan perubahan sikap menjadi lebih mematuhi dalam mengkonsumsi zat besi sebagai upaya pencegahan anemia. Saran: Diharapkan untuk dilakukan edukasi kepada keluarga pendamping ibu hamil tentang anemia sebagai bentuk dukungan keluarga dalam melakukan pencegahan anemia di masyarakat. Diharapkan juga pada tenaga kesehatan untuk menjadi motivator pada ibu hamil dalam menghadapi anemia dengan pemenuhan gizi seimbang.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

phc

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami ...