Infeksi nosokomial menjadi tantangan global bagi rumah sakit, karena mengakibatkan peningkatan angka morbiditas dan mortalitas, biaya pengobatan yang lebih tinggi dan memperpanjang durasi perawatan. Oleh karena itu, pencegahan menjadi standar pelayanan yang penting dalam fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan infeksi nosokomial dengan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi oleh radiografer di Instalasi Radiologi RS. Berdasarkan hasil observasi di Instalasi Radiologi RS bahwasanya, radiografer yang bertugas pada area pemeriksaan konvensional saat melakukan kebersihan tangan menggunakan air dan sabun maupun dengan alkohol, tidak mempraktikkan 6 langkah cuci tangan. Lalu, tidak menggunakan alat pelindung diri masker saat berinteraksi langsung dengan pasien dan saat mengatur posisi pemeriksaan. Dalam meningkatkan upaya praktik pencegahan dan pengendalian infeksi secara baik dan konsisten, diperlukan tingginya pengetahuan radiografer tentang infeksi nosocomial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan pedoman padaradiografer dalam menjalankan keselamatan kerja terutama menghindari infeksi nosocomial. Metode penelitian menggunakan 20 orang pekerja radiasi dengan melakukan uji hubungan. Hasil menunjukkan p-value sebesar 0,032 menunjukkan bahwa risiko infeksi meningkat tajam pada kelompok petugas dengan pola kerja tidak disiplin terhadap SOP kebersihan dan dekontaminasi diri.
Copyrights © 2026